Pidato Janet Yellen Dorong Rupiah Menguat

Redaksi Redaksi
Pidato Janet Yellen Dorong Rupiah Menguat
foto: reuters
Janet L Yellen
JAKARTA - Laju nilai tukar Rupiah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS) sepanjang pekan masih berada di zona hijau. Jika di akhir pekan sebelumnya, laju Rupiah di zona merah, kali ini laju Rupiah berhasil kembali menghijau di awal pekan.

Menurut Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, positifnya laju Rupiah setelah terimbas rilis kenaikan indeks consumer confidence dalam negeri sehingga melengkapi rilis data-data positif makroekonomi Indonesia beberapa hari sebelumnya. Padahal terdapat sentimen negatif dari beberapa mata uang global lainnya.

"Tetapi, Rupiah sempat juga mengalami pelemahan karena pelaku pasar kembali menahan diri mentransaksikan Rupiah seiring antisipasi terhadap pidato perdana Jennet Yellen sebagai Gubernur The Fed," katanya dalam riset, Minggu (16/2/2014).

Menurut Reza, ada hal menarik melihat pergerakan laju nilai tukar Rupiah yang berhasil menguat justru pasca dirilisnya pidato Gubernur The Fed, berbanding terbalik saat pidato-pidato Gubernur The Fed sebelumnya dimana laju Rupiah cenderung terkoreksi.

"Pelaku pasar mencoba mengasumsikan positif, dengan komitmen Janet Yellen untuk memajukan ekonomi AS maka akan berpengaruh pada laju ekspor Indonesia yang nantinya berimbas positif pada neraca perdagangan," jelasnya.

Ekspektasi akan terus membaiknya kondisi makroekonomi Indonesia membuat nilai tukar Rupiah masih bertahan di jalur positifnya. Bahkan rilis tetapnya BI rate kali ini turut membuat laju nilai tukar Rupiah tidak mengalami pelemahan karena pelaku pasar lebih melihat pada keputusan tetapnya BI rate untuk menopang pertumbuhan ekonomi yang sempat melambat pasca BI rate dinaikkan.

(rzk/okezone)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini