PT Musim Mas Diduga Kuasai 2000 Ha Lahan Peladangan Masyarakat

Redaksi Redaksi
PT Musim Mas Diduga Kuasai 2000 Ha Lahan Peladangan Masyarakat
Mantan Lurah Pangkalan Lesung, Rafani

PKL.LESUNG, riaueditor.com - Sedikitnya 2000 hektar lahan masyarakat Desa Pangkalan Lesung Kecamatan Pangkalan Lesung Kabupaten Pelalawan, Riau, diduga dikuasai PT Musim Mas (MM) dan ditanami dengan kelapa sawit sejak tahun 1992 silam.

Lahan peladangan masyarakat tersebut terletak di kawasan lingkungan Tambun sekitar 900 Hektar dan di kawasan kampong lama sekitar 1200 Hektar dikuasai PT Musim Mas sejak kepemimpinan Kepala Desa Pangkalan Lesung dijabat oleh Darmawan. 

Sejumlah tokoh pemuda Pangkalan Lesung, Selasa (14/11/17) menyebutkan, perjuangan mereka untuk mengambil alih lahan peladangan masyarakat sudah dilakukan hingga ke Bupati Pelalawan, HM Harris, DPRD Pelalawan, namun tetap saja kandas di tengah jalan.

Anehnya lanjut sejumlah tokoh pemuda itu, lahan peladangan masyarakat yang seluas 2000 Ha kini sudah disertifikatkan oleh pihak PT Musimas dengan dengan jenis sertifikat Hak Guna Usaha (HGU).

"Padahal lahan peladangan itu merupakan peninggalan dari nenek kami yang terdahulu untuk peladangan anak cucu," sebut salah seorang pemuda yang mengaku masih kuliah di salah satu perguruan tinggi di Pekanbaru ini.

Menurut tokoh pemuda setempat, untuk menguasai kembali lahan peladangan masyarakat Desa Pangkalan Lesung yang kini ditingkatkan statusnya menjadi Kelurahan itu, tidak ada cara lain kecuali dengan cara kekerasan pula, sebab lahan warga itu dikuasai PT Musim Mas dengan cara "Paksa", artinya langsung saja mensertifikatkannya dengan HGU hingga menanaminya dengan kelapa sawit.

Lurah Pangkalan Lesung, Asmaini, SE ditemui awak media ini, Selasa (14/11/2017) di ruang kerjanya mengakui bahwa ribuan hektar lahan peladangan masyarakat diambil alih oleh PT Musim Mas dan langsung mensertifikatkannya dengan HGU hingga menanaminya dengan kelapa sawit.

Mantan Lurah Pangkalan Lesung, Rafani kepada awak media mengatakan, perjuangan masyarakat untuk menguasai alih kembali lahan mereka sudah dilakukan sejak lama, namun sering kandas di tengah jalan. "Saya baru menjabat sebagai Luruh Pangkalan Lesung ini sekitar 6 bulan berjalan," kata Asmaini.

Namun, dari dokumen yang ada dan laporan dari sejumlah tokoh masyarakat menyebutkan ada sekitar 2000 hektar lebih lahan peladangan masyarakat Pangkalan Lesung ternyata sudah di HGU kan oleh PT Musim Mas.

Bukan hanya itu, sebut Lurah Asmaini, karena di kawasan kampong lama Pangkalan Lesung pemukiman masyarakat juga masuk dalam kawasan HGU PT Musim Mas. Termasuk 3 lokasi kuburan warga yang satu diantaranya di kawasan Tambun.

Akibatnya, hal ini menjadi polemik yang berkepanjangan, hingga bangunan lokasi sekolah dasar di kawasan pemukiman penduduk yang lama itu dipindahkan ke lokasi baru di kawasan Pasar Pangkalan Lesung.

"Bayangkan saja, Tambah Lurah Asmaini, rumah pemukiman penduduk di Kelurahan Pangkalan Lesung ini sebahagian besarnya masuk dalam areal HGU PT Musim Mas, padahal rumah penduduk itu sudah ada sejak lama dan jauh sebelum berdirinya kebun PT Musim Mas di Pangkalan Lesung ini," beber Lurah wanita ini.

Menurut Asmaini, sejak menjadi Lurah Pangkalan Lesung sekitar 6 bulan ini, pihaknya pernah memanggil Humas PT Musim Mas, Feron Sembiring yaitu menyangkut masalah badan jalan yang dilalui kendaraan angkutan kelapa sawit dari dan ke PT Musim Mas hingga babak belur dan sulit dilalui masyarakat, yang juga merupakan akses jalan ke kebun masyarakat.

Itupun karena dipanggil, dan hingga kini yang namanya pihak PT Musim Mas tidak pernah sekalipun yang datang ke Kantor Lurah Pangkalan Lesung, terkait masalah dengan masyarakat, terlebih masalah lahan masyarakat dan pemukiman masyarakat yang masuk dalam HGU PT Musim Mas.

Mantan Lurah Pangkalan Lesung, Rafani yang kini menjabat sebagai KUPTD Dispora Pemkab Pelalawan di Kecamatan Pangkalan Lesung ditemui Selasa (14/11/17) mengatakan, permasalahan antara masyarakat dengan PT Musim Mas terkait di HGU kannya lahan peladangan masyarakat mencapai ribuan hektar hingga lahan pemukiman masyarakat, hingga kini belum ada titik temu penyelesaiannya.

Masalah ini sebenarnya sudah sampai kepada Bupati Pelalawan, HM Harris dan DPRD Pelalawan, dan sudah beberapa kali dilakukannya pertemuan, namun kelihatannya tidak ada tanda tanda penyelesaiannya, hingga masyarakat mulai jenuh dan yang dikhawatirkan hilangnya tingkat kesabaran masyarakat.

Tokoh masyarakat yang juga Ketua RW 06 Pangkalan Lesung, Darmawi menyebutkan, Sebaiknya pihak perusahaan PT Musim Mas sesegera mungkin meng-enclave lahan peladangan masyarakat yang masuk ke dalam areal HGU PT Musim Mas itu.

Sebab, dikhawatirkan kemarahan masyarakat akan memuncak terhadap PT Musim Mas, masih baik jika masyarakat berkenan menyelesaikan permasalahan ini dilakukan secara hukum, namun sama kita ketahui bahwa tingkat pendidikan masyarakat Pangkalan Lesung ini masih rendah, dan hal ini bisa menyulut kemarahan masyarakat.

Tokoh masyarakat lingkungan Tambun Kelurahan Pangkalan Lesung, Abbas didampingi putranya, Anwar ditemui awak media ini di kediamannya, Selasa (14/11/17) mengatakan, sekitar 900 hektar lahan peladangan masyarakat Tambun ludes dibabat PT Musim Mas dan menanaminya dengan kelapa sawit.

Menurut Anwar, ada semacam kesepakatan antara PT Musim Mas dengan warga Tambun dalam penyerapan dana CSR, namun bukan berarti kontribusi dari lahan yang 900 Ha yang kini sudah ditanami kelapa sawit dan sudah dipanen itu untuk masyarakat, itu tidak ada kaitannya.

Memang, pihak PT Musim Mas ada mengucurkan sejumlah bantuan CSR berupa bangunan kantor Koperasi, perbaikan badan jalan hingga pembelian TBS milik warga yang ditanam sendiri oleh warga dan di luar HGU PT Musim Mas.

Humas PT Musim Mas, Feron Sembiring dikonfirmasi (14/11/17) di Ukui mengatakan, semua lahan masyarakat yang masuk dalam areal HGU PT Musim Mas tidak ada yang ditanami dengan kelapa sawit oleh pihak perusahaan, termasuk areal kuburan ada 3 lokasi dan perumahan masyarakat.

Bantahan ini disampaikan Feron Sembiring, sembari menyebutkan terkait bantuan PT Musim Mas kepada masyarakat Pangkalan Lesung sudah cukup banyak, terutama di kawasan lingkungan Tambun, hanya saja belum termasuk di kawasan Pangkalan Lesung, yang diperkirakan juga akan menyusul. (zkl)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini