PT IIS, Truck Sawit Disulap Jadi Angkutan Pelajar

Karyawan PT IIS Keluhkan Sikap Perusahaan
Redaksi Redaksi
PT IIS, Truck Sawit Disulap Jadi Angkutan Pelajar
oketimes
Anak-anak Karyawan PT IIS ini terpaksa menantang maut untuk bisa bersekolah.
PKL.KERINCI, riaueditor.com- Ratusan karyawan PT Inti Indosawit Subur (IIS) mengeluhkan sikap  perusahaan yang mengabaikan sisi kemanusiaan dengan menyulap truck pengangkut buah kelapa sawit sebagai angkutan sekolah bagi anak-anak setingkat SD dan SMP, putra-putri karyawan perusahaan tersebut.

Perusahaan milik Sukanto Tanoto dibawah payung PT Asian Agri ini melakukan penggelapan pajak hingga divonis Mahkamah Agung RI harus membayar denda senilai Rp 2,5 Triliun. Ulah manajemen berimbas kepada anak-anak dari karyawan perusahaan itu sendiri hingga dipaksakan menantang maut untuk bisa sekolah.

"Kami para orangtua yang merupakan karyawan dari PT IIS, sangat tidak tega melihat anak-anak kami harus berjuang berangkat ke sekolah dengan menggunakan truk buah tak ubahnya mengangkut TBS, akibat minimnya perhatian dan fasilitas angkutan perusahaan ini. Untuk itu, kami sangat mengharapkan agar perusahaan lebih mengutamakan keselamatan dan sisi manusiawinya dengan menyediakan fasilitas angkutan umum yang layak untuk anak-anak kami kesekolah," terang GS (42) salah seorang karyawan PT IIS kepada wartawan, Ahad (23/2) kemarin di Pangkalan Kerinci.

Diungkapkannya, bahwa selaku pekerja dan karyawan yang selama ini mengabdi pada perusahaan, selalu disiplin dan mematuhi aturan dalam menjalani aktifitas diperusahaan tersebut. Namun, dengan kinerja yang telah dilakukan dan diberikan, sampai saat ini perusahaan malah mengabaikan hak-hak para pekerjanya dengan tidak memberikan fasilitas salah satunya transportasi angkutan umum yang layak.

Dengan penghasilan yang pas-pasan kami terpaksa harus rela menggunakan truk yang telah disulap menjadi alat transportasi angkutan umum oleh perusahaan untuk para karyawannnya, karena para karyawan tidak sanggup membeli kendaraan. Mirisnya lagi, kami juga harus menahan haru melihat anak-anak kami juga mengalami hal serupa menggunakan truk tersebut tanpa ada alat keselamatan.

"Kami karyawan nggak bisa berbuat apa apa, perusahaan hanya butuh tenaga kami dan tak pernah memikirkan hak-hak karyawannya termasuk menyediakan fasilitas angkutan yang layak untuk karyawan dan anak- anak ke sekolah," ujarnya.

Perusahaan yang telah mengantongi sertifikasi RSPO yang ekspor CPO berskala internasional ini, sekali lagi kami harap pihak perusahaan memberikan keadilan bagi karyawanannya dengan menyediakan transportasi angkutan umum yang layak sejenis bus ataupun oplet," bebernya.

oleh perusahaan yang telah mendapatkan sertivikasi RSPO yang ekspor cpo - nya berskala internasional. Untuk itu, sekali lagi kami harap pihak perusahaan dapar memberikan keadilan bagi karyawanannya dengan menyediakan transportasi angkutan umum yang layak sejenis bus ataupun oplet," bebernya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pelalawan T Ridwan Mustafa ketika dikonfimasi terkait hal ini mengaku sangat terkejut. Untuk itu, pihaknya akan segera melakukan koordinasi bersama Satlantas Polres Pelalawan guna menertibkan truk angkutan sawit (angkutan barang,red) yang telah dialih fungsikan menjadi truk angkatan penumpang atau orang.

"Jika benar hal ini tentunya melanggar aturan UU nomor 22 tahun 2009 tentang lalulintas angkutan jalan. Karena, jika truk yang tidak memenuhi standar keselamatan seperti menyediakan kursi, tenda, sabuk pengaman, tangga masuk dan fasilitas lainnya, maka truk barang dengan bak terbuka tidak boleh di jadikan untuk mengangkut orang ataupun karyawan dan apalagi pelajar," katanya.

Untuk itu kita akan segera berkoordinasi dengan pihak Satlantas Polres Pelalawan guna menindak dan menertibkan angkutan barang yang telah dialih fungsikan menjadi angkutan penumpang atau orang dan telah menyalahi fungsi penggunaannya dan telah mengabaikan keselamatan di jalan raya yang berdampak pada terjadinya kecelakaan lalu lintas, bebernya.

Beredar kabar, Sukanto Tanoto yang memiliki nama lahir Tan Kang Hoo ini disinyalir membangun kerajaan Bisnis dan menjadi warga kehormatan di Brazil, dengan memindahkan harta kekayaan yang diperolehnya dari bumi Riau.

Diakui Kadishub, bahwa selama ini kebanyakan para perusahaan hanya mencari keuntungan sebesar-besarnya dengan meraup keuntungan dari sumber daya alam yang ada di negeri Bono ini. Sedangkan fasilitas pekerja atau karyawannya yang mencapai ratusan orang bahkan ribuan cukup diangkut dengan truk bak terbuka setiap harinya, layaknya binatang.

"Untuk itu, kita akan lakukan kroscek ke lapangan berapa banyak truk yang telah mengubah fungsinya. Disamping melakukan razia apabila tertangkap langsung ditindak dengan memberikan tilang ataupun mencabut buku KIR yang di milikinya," ujar mantan Sekwan DPRD Pelalawan ini.

Hanya saja, pihak menajemen perusahaan PT IIS melalui Humas PT IIS, Asrel belum berhasil dimintai keterangannya setelah berkali-kali dihubungi  dinomor ponselnya 085355707289. Dan bahkan, hingga berita ini dirilis Humas PT IIS ini juga belum memberikan jawaban baik melalui pesan yang dikirim maupun kontak langsung melalui selulernya.(JUL)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini