Net Sell Asing Rp 53 T, Berpotensi Rekor Tertinggi Setahun

Redaksi Redaksi
Net Sell Asing Rp 53 T, Berpotensi Rekor Tertinggi Setahun
Foto: CNBC Indonesia/Anthony Kevin

JAKARTA - Investor asing tak juga berhenti melakukan aksi jual bersih di pasar saham. Sepanjang tahun 2018, jual bersih investor asing telah menyentuh angka Rp 53,05 triliun, bisa berpotensi menjadi yang terbesar dalam hitungan tahun kalender. 

Jumlah ini terbilang luar biasa besar. Tim Riset CNBC Indonesia mengumpulkan data aliran modal investor asing di pasar saham secara tahunan melalui IDX Fact Book yang diterbitkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). 

Data yang berhasil dikumpulkan adalah pada periode 2004-2017. Dalam jangka waktu tersebut, tak sekalipun investor asing mencatatkan jual bersih sebesar yang kita lihat pada tahun ini.

5 besar saham yang paling banyak dilepas investor asing sepanjang 2018 adalah: PT Bank Rakyat Indonesia Tbk/BBRI (Rp 11 triliun), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk/TLKM (Rp 6,05 triliun), PT Astra International Tbk/ASII (Rp 5,34 triliun), PT Bank Negara Indonesia Tbk/BBNI (Rp 5,3 triliun), dan PT United Tractors Tbk/UNTR (Rp 4,68 triliun).

Aksi jual investor asing sepanjang tahun ini utamanya dimotori oleh pelemahan rupiah yang mencapai 9,21% di pasar spot melawan dolar AS. Rupiah lantas menjadi salah satu mata uang dengan performa terburuk di kawasan Asia pada tahun ini.

Bisa Terus Berlanjut

Kedepannya, aksi jual investor asing bisa terus berlanjut, seiring dengan rupiah yang berpotensi terus melemah. Mengutip situs resmi CME Group yang merupakan pengelola bursa derivatif terkemuka di dunia, harga kontrak Fed Fund futures per 8 September 2018, baru terdapat 77,6% kemungkinan bahwa the Federal Reserve akan menaikkan suku bunga acuan sebanyak 4 kali pada tahun ini. Sementara itu, kemungkinan suku bunga acuan hanya dinaikkan sebanyak 3 kali berada di level 20,2%. 

Jika nantinya persepsi mengenai kenaikan suku bunga acuan sebanyak 4 kali semakin menyeruak, dolar AS bisa semakin kuat dan menekan mata uang negara-negara lainnya, tak terkecuali rupiah. 

Selain itu, potensi pelemahan lebih lanjut bagi rupiah datang dari krisis nilai tukar di Argentina dan Turki yang bisa berlangsung lama. 

(cnbcindonesia.com)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini