Kenaikan Harga Beras di Pulau Jawa Belum Berdampak ke Riau

Redaksi Redaksi
Kenaikan Harga Beras di Pulau Jawa Belum Berdampak ke Riau
kenaikan harga beras
PEKANBARU, riaueditor.com- Sejak akhir Januari lalu, Harga beras di kepulauan Jawa terus melambung, kenaikan harga beras ini besar kemungkinan bahwa naiknya harga beras merupakan ulah para mafia dan spekulan yang menumpuk beras untuk mendongkrak harga dengan tujuan agar pemerintah membuka keran impor beras.

Namun, kenaikan beras yang terus melambung di daerah Jawa belum begitu berdampak di daerah Riau. Karena di Riau masih di Pasok dari Daerah tetangga seperti Sumatera Barat dan Sumatera Utara.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan  Provinsi Riau Ramli Walid melalui Kabid Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Nizma Hanum menyebutkan harga beras premiun di pasar tradisional sudah mencapai Rp11.500 per kilogram. Hari sebelumnya, harga juga sudah tinggi yakni Rp9.500.

"Kalau di Riau tidak terlalu berpengaruh, naik cuma tidak signifikan karena panen padi mundur karena cuaca dan sebagian daerah bahkan tergenang banjir," katanya, Kamis 26/2).

Dijelaskannya, stok beras di pasar lebih dari mencukupi, untuk 4 bulan kedepan saat berkoordinasi dengan bulog, namun secara total dirinya mengaku lupa . "Meski stok cukup, harga beras tetap naik karena biaya produksi yang meningkat," tuturnya.

Ia mengatakan, Bulog memiliki peranan besar dalam mengatasi permasalahan persediaan dan kenaikan harga beras. "Pemerintah daerah baik di Riauitu hanya mengurus permasalahan yang bersifat administrasi, karena hanya Bulog yang memiliki persediaan beras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," ungkapnya.

Ia juga akan mengupayakan agar pemerintah pusat mengizinkan pemerintah daerah mengimpor beras dari beberapa negara tetangga. Namun, upaya itu akan dibatalkan jika harga beras impor lebih tinggi dari beras dalam negeri.

"Kami memiliki tim yang bertugas mengawasi persediaan beras dan harga yang dijual pedagang," ujarnya.

Sementara itu, Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional (Divre) Riau dan Kepulauan Riau (Kepri), Faruq Octobri Qomary menyatakan siap melakukan operasi pasar jika dibutuhkan demi menstabilkan harga beras di wilayah Provinsi Riau.

"Kami siap melakukan operasi pasar untuk menekan harga beras di pasaran. Kami masih menunggu konfirmasi dari pemerintah daerah terkait pelaksanaannya," terangnya.

Dia mengatakan, sejauh ini pihaknya sudah mendapat informasi dari pusat atau Bulog dan kementerian terkait tentang instruksi untuk pelaksanaan operasi pasar, sehinggga Bulog Divre Riau dan Kepri sudah siap kapan saja dilakukkan.

Upaya menstabilkan harga beras di pasaran melalui Bulogmart yang dilakukan di depan kantor institusi tersebut.

"Seperti `Bulogmart` yang dilakukan di depan kantor kami setiap hari. Selain itu, kami juga melaksanakan di beberapa pasar seperi pasar kaget untuk meredam terjadinya lonjakan harga kebutuhan pokok seperti beras dan gula pasit," katanya.

Dari pantauan di lapangan, harga beras terutama di Pekanbaru dan Provinsi Riau secara umum cenderung stabil karena pasokan beras untuk daerah tersebut masih didominasi dari wilayah Sumatera Barat dan saat ini tidak mengalami gangguan.

Andri salah seorang pedagang beras Pasar Pagi Arengka Pekanbaru mengatakan bahwa harga beras beberapa waktu lalu sempat mengalami lonjakan harga. Namun saat ini, sudah kembali stabil.

"Kalau di Pekanbaru sepertinya harga beras masih normal dan tidak ada kenaikan harga seperti di Pulau Jawa. Kalau di Jawa kemungkinan penyebab harga beras naik karena banjir dan kalau di Pulau Sumatra khususnya Kota Pekanbaru belum ada pengaruh," sebutnya.(dea)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini