Ke 3 di Riau, Gubri Akui Investasi di Pelalawan Berkembang Pesat

Redaksi Redaksi
Ke 3 di Riau, Gubri Akui Investasi di Pelalawan Berkembang Pesat
Davitson, Kepala BPMP2T Pelalawan
PELALAWAN, riaueditor.com - Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman saat kunjungannya ke Kabupaten Pelalawan baru-baru ini mengakui bahwa tingkat investasi di Kabupaten Pelalawan berkembang begitu pesat.

Gubri yang akrab disapa Andi Rachman menjelaskan, ada dua poin dalam visi Riau 2020 yaitu, sektor ekonomi dan kebudayaan Melayu. Di sektor ekonomi Riau sudah tidak diragukan lagi, karena Riau saat ini merupakan tujuan investasi.

"Sudah banyak investasi yang masuk ke Riau. Di Kabupaten Pelalawan saja saat ini sudah puluhan trilyun yang masuk, belum lagi investasi yang masuk di kabupaten/kota lainya, dan masih banyak lagi investasi yang antri tertunda karena terkendala dengan RTRW," ungkap Andi Rachman.

Sementara itu, hasil data dari Badan Koordinator Penanaman Modal Republik Indonesia (BKPM RI) bahwa hingga akhir tahun 2015 memasuki tahun 2016 lalu jumlah Investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) kabupaten Pelalawan mencapai Rp.72 Triliun menuju ke 75 hingga 80 trilyun.

"Ya bisa dikatakan saat ini Investasi penanaman modal di Kabupaten Pelalawan sebesar 72 Triliun. Dimana jumlah ini masuk dalam 3 besar Investasi di Riau. Jadi Kabupaten Pelalawan nomor 3 Investasi terbesar di Riau setelah Kota Pekanbaru dan Kota Dumai," papar Davitson Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMP2T) kepada riaueditor.com beberapa waktu lalu.

Menurut Davitson, untuk tahun 2016 ini target penambahan Investasi dari PMDN dan PMA sebesar Rp.6 Triliun. Sementara penambahan Investasi tahun 2015 dari PMDN sejumlah Rp.2 Triliun dan PMA sebesar Rp.3,6 triliun.

Dilanjutkan Davitson, investasi di Kabupaten Pelalawan sangat punya potensi dalam pertumbuhan ekonomi. "Data kita memang saat ini Investasi terbesar di Pelalawan saat ini yakni perusahaan PT RAPP, selanjutnya perusahaan-perusahaan yang bergerak di industri perkebunan," tukasnya. (zul)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini