Kalah Saing Dengan Grab & Gojek, Startup Ini Bangkrut

Redaksi Redaksi
Kalah Saing Dengan Grab & Gojek, Startup Ini Bangkrut
(CNBC Indonesia/Tias Budianto)
Foto: Penentuan tarif Ojek Online

JAKARTA - Dalam tiga tahun terakhir, Grab dan Gojek jadi dua startup yang dominan di pasar berbagi tumpangan (ride-hailing). Kedua startup berstatus decacorn ini mendisrupsi bisnis transportasi konvensional.

Namun, pemain dalam bisnis ride-hailing bukan hanya Grab dan Gojek. Sebelumnya ada beberapa startup sejenis yang berada di Indonesia. Mereka adalah Uber, Call Jack, Ojekkoe, Topjek, OjekArgo, Taxi Motor, Ladyjek, Bangjek, Blujek, dan Smartjek.

Awalnya mereka berkompetisi dengan Grab dan Gojek tetapi belakang nama-nama tersebut tak lagi terdengar. Mereka kalah bersaing dengan Gojek dan Grab yang cukup aktif membakar duit dengan promosi diskon dan cashback.

Maklum, untuk menggaet pelanggan, menciptakan ketergantungan dan loyalitas hingga menguasai pasar mereka memang menggunakan strategi bakar duit melalui subsidi tarif. Kedua startup decacorn ini pun menjadi startup Asia Tenggara yang paling banyak disuntik investor.

CNBC Indonesia mencoba mengulas soal nasib para startup transportasi online penantang Grab dan Ojek Online yang kini namanya tidak kedengaran lagi ini.

SELENGKAPNYA DI CNBCINDONESIA.COM


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini