Jelang Pergantian Tahun, Petani Karet di Kuansing Kian Menjerit

Redaksi Redaksi
Jelang Pergantian Tahun, Petani Karet di Kuansing Kian Menjerit
ist.net
KUANSING, riaueditor.com- Menjelang pergantian tahun 2014 yang hanya dalam hitungan hari, seperti pada pergantian tahun sebelumnya, harga beberapa barang kebutuhan pokok mengalami kenaikan. Meski tak terlalu besar, tetap saja menambah beban masyarakat.

Namun yang paling merasakan dampak kenaikan BBM tersebut adalah para petani karet, khususnya di Kabupaten Kuantan Singingi. Kenaikan harga kebutuhan pokok tak diimbangi dengan harga komoditi karet yang saat ini tengah anjlok. Lebih lagi jika hanya menderes kebun milik orang.

Malik (48), seorang petani karet warga Desa Beringin Jaya, Kuansing menyebutkan, sejak anjloknya harga karet yang terjadi jauh hari sebelum naiknya harga BBM, dirinya mengaku sudah sangat kesulitan memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari. Terlebih lagi setelah kenaikan harga BBM, perekonomian Malik kian morat-marit.

Saat ini memang harga karet sedang terpuruk, yakni antara Rp6.200-Rp6.500 per kilo. "Pendapatan kami yang menggantungkan hidup di pohon karet, kini sangat tak sebanding dengan harga bahan pokok kebutuhan sehari-hari keluarga kami," keluh Malik.

Terlebih lagi Malik hanyalah tukang deres kebun karet milik orang lain, hasil penderes karet akan dibagi dua dengan si pemilik kebun karet. "kalau sehari dapat 10 kilo, berarti milik tukang deres hanya separuhnya saja. Bagaimana kami mau hidup dengan layak dan menyekolahkan anak kami," tutur Malik.

Di Kabupaten Kuantan Singingi, kenaikan harga kebutuhan pokok berkisar antara Rp500 hingga Rp2000. Namun kenaikan yang paling menonjol adalah kenaikan harga cabai, di mana per kilonya mencapai Rp80 ribu hingga Rp100 ribu.

Utari (42), pedagang bahan pokok di Pasar Rakyat Taluk Kuantan Kabupaten Kuansing menuturkan, kenaikan harga kebutuhan pokok memang merupakan tren yang terjadi di setiap pergantian tahun. Sedangkan di tahun 2014 ini, kenaikan harga kebutuhan pokok tak hanya dipengaruhi tren tahun baru saja, namun yang paling dominan disebabkan kenaikan harga BBM.

"Kalau pada pergantian tahun sebelumnya, masyarakat khususnya kaum ibu akan resah karena harga keutuhan pokok akan ikut naik. Tapi kini kenaikan harga barang tak hanya disebabkan tren pergantian tahun saja, namun lebih disebabkan oleh kenaikan harga BBM," kata Utari.(bsp)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini