Indeks Shanghai Anjlok Nyaris 9%, Bursa Asia Berguguran

Redaksi Redaksi
Indeks Shanghai Anjlok Nyaris 9%, Bursa Asia Berguguran
(REUTERS/Jason Lee)
Foto: Ilustrasi Bursa China

JAKARTA - Seluruh bursa saham utama kawasan Asia kompak mengawali perdagangan pertama di pekan ini, Senin (3/2/2020), di zona merah.

Pada pembukaan perdagangan, indeks Nikkei jatuh 1,43%, indeks Shanghai ambruk 8,73%, indeks Hang Seng melemah 0,47%, indeks Straits Times terkoreksi 0,72%, dan indeks Kospi terpangkas 1,53%.

Untuk diketahui, perdagangan di bursa saham China pada hari ini merupakan perdagangan pertama pasca libur panjang memperingati Tahun Baru China.

Meluasnya infeksi virus Corona menjadi faktor yang menekan kinerja bursa saham Benua Kuning. Virus Corona sendiri merupakan virus yang menyerang sistem pernafasan manusia. Gejala dari paparan virus Corona meliputi batuk, sakit tenggorokan, sakit kepala, dan demam, seperti dilansir dari CNN International.

Berpusat di China, kasus infeksi virus Corona juga dilaporkan telah terjadi di negara-negara lain. Hingga hari ini, setidaknya sebanyak 22 negara telah mengonfirmasi terjadinya infeksi virus Corona di wilayah mereka.

Sejauh ini, China merupakan negara dengan nilai perekonomian terbesar kedua di planet bumi, sementara pada tahun 2003 China bahkan tak menempati posisi lima besar. Lantas, dampak dari tekanan terhadap perekonomian China kini akan semakin terasa bagi perekonomian global.

Badan Kesehatan Dunia PBB, WHO, pada akhirnya mendeklarasikan kondisi darurat internasional terkait infeksi virus Corona.

BACA SELENGKAPNYA...


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini