IPM Perikanan Meranti Berada Pada Level Menengah I

Redaksi Redaksi
IPM Perikanan Meranti Berada Pada Level Menengah I
m/onl
Perikanan Meranti

SELATPANJANG, riaueditor.com - Indeks Pembangunan Manusia (IPM) perikanan kabupaten Kepulauan Meranti tahun 2013 menunjukan angka 69,13 atau berada pada level menengah I. Sedangkan untuk provinsi Riau IPM 77,29 dan Meranti secara keseluruhan 71,86. Demikian yang dipaparkan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kepulauan Meranti Ir H Ahmad Yani MSi, Rabu (4/12) lalu.

Dikatakannya, IPM perikanan merupakan indeks komposit yang digunakan untuk mengukur keberhasilan pembangunan sektor perikanan dan aspek sumberdaya manusianya. Implikasi dari IPM perikanan yang tinggi menunjukkan keberhasilan pembangunan kesehatan, kependudukan, pendidikan dan ekonomi sektor perikanan di suatu daerah.

Sedangkan Perkembangan IPM masyarakat perikanan Kabupaten Kepulauan Meranti jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya memang belum menunjukkan angka yang signifikan, namun telah menunjukkan adanya peningkatan.

"Tahun 2011 IPM perikanan kita 69,01, sedangkan tahun 2012 IPM 69,08, memang belum naik secara signifikan, tetapi setidaknya sudah ada perkembangan," kata Ahmad Yani.

Ahmad Yani menambahkan, terdapat tiga variabel dalam penentuan IPM yaitu kesehatan, pendidikan dan pendapatan. Dari tiga komponen tersebut yang perlu mendapatkan perhatian serius yaitu segi pendapatan masyarakat perikanan yang masih dibawah rata-rata,

"Untuk Indeks hidup layak dan segi pendapatan masyarakat perikanan kita tahun 2013 ini menunjukkan angka 47,57. Tentunya hal tersebut masih dibawah rata-rata yang seharusnya yaitu diatas 6o persen. Sedangkan untuk kesehatan dan pendidikan sudah menunjukkan angka yang cukup baik," terangnya.

Sementara itu, IPM di tiap kecamatan di Kabupaten Kepulauan Meranti juga menunjukkan angka yang berbeda-beda dimana Kecamatan Tasik Putri Puyu memiliki IPM 58,09 dibandingkan kecamatan lainnya yang sudah diatas 60 persen. Sedangkan IPM masyarakat perikanan pada berbagai bidang usaha menunjukkan bidang usaha perikanan budidaya memiliki IPM yang lebih rendah dibandingkan usaha perikanan tangkap dan perikanan tangkap dan budidaya yaitu sebesar 62,99.

"Jadi secara keseluruhan dapat disimpulkan secara umum pembangunan masyarakat perikanan di seluruh kecamatan telah berada di tingkat menengah pertama. Dan kita juga berharap kedepannya IPM untuk masyarakat perikanan bisa meningkat dimana masyarakat perikanan telah memiliki tingkat kesejahteraan hidup yang layak dan lebih baik," harap Ahmad Yani.(fid)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini