Bupati Konsultasi Ke BKPM

Fungsikan KITB Sarana Pelabuhan Bongkar Muat Kontainer

Redaksi Redaksi
Fungsikan KITB Sarana Pelabuhan Bongkar Muat Kontainer
Humas Siak
Bupati Siak serahkan cendramata
SIAK, riaueditor.com - Bupati Siak Drs H Syamsuar M.Si didampingi pimpinan SKPD terkait melakukan kunjungan ke Deputy bidang pengendalian pelaksanaan penanaman modal RI dalam rangka menggesa pembangunan Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) juga sebagai pelabuhan Bongkar Muat Kontainer dari Malaysia yang sebelumnya di Pelabuhan Dumai.

Kedatangan Bupati Siak dan rombongan disambut langsung oleh Deputy bidang pengendalian pelaksanaan penanaman modal RI, M M Azhar Lubis, Direktur wilayah I Arlina Ardisasmita Kementrian Perhubungan laut dan Kementrian Perindustrian RI.

Dikatakan Bupati, tujuan dari konsultasi Pemkab Siak terkait akan ditambahnya operasional pelabuhan Tanjung Buton sebagai tempat bongkar kontainer yang diperkirakan dalam setiap bulanya mencapai 300 kontainer. Oleh sebab itu, agar langkah yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Siak di kemudian hari tidak mendapatkan masalah, maka Pemkab Siak melakukan koordinasi dengan Badan Kordinasi Penanaman Modal RI.

"Ini penting, karena di Kabupaten Siak saat ini ada beberapa potensi daerah bisa menjadi sumber perekonomian bagi daerah, diantaranya seperti potensi minyak bumi yang di kelola oleh PT CPI, PT Kondur Petrolium, BOB PT Bumi Siak Pusako. Termasuk Gas Bumi, pertanian dan perkebunan, Kehutanan, dan kawasan Industri Tanjung Buton," jelas Bupati.

Disampaikan Bupati, Tujuan pembangunan Kawasan Industri Tanjung Buton yang dilakukan oleh Pemkab Siak adalah untuk mengurangi beban alur lalulintas perairan sungai Siak, yang menyebabkan tingkat abrasi serta pencemaran yang semakin tinggi disepanjang alur sungai Siak.

Selain itu KITB juga merupakan kawasan strategis yang berdekatan dengan alur pelayaran Internasional Selat Malaka. Berdasarkan hasil survey dari departemen Perhubungan RI tahun 2004 lalu pelabuhan Tanjung Buton secara teknis layak dijadikan sebagai kawasan Industri dan pelabuhan, serta memiliki potensi peluang investasi bagi para investor.

Menyikapi apa yang disampaikan oleh Pemerintah Kabupaten Siak, Deputi BKPM Bidang Pengendalian Penanaman Modal RI  M.M. Azhar Lubis merespon positif apa yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Siak, sehingga daerah-daerah yang memiliki potensi perekonomian dapat mengelolanya secara baik, karena itu pihak BKPM akan membantu pemerintah kabupaten Siak untuk mengundang para investor lain untuk bisa ikut andil menanamkan modal di kawasan Industri Tanjung Buton.

Menurutnya, Kawasan Tanjung Buton terdapat dua potensi besar yang berpeluang menghasilkan ekonomi, diantaranya potensi laut dan potensi darat.

"Ini yang harus ditindak lanjuti dan tidak ada masalah dilapangan, hanya tinggal membenahi beberapa kekurangan, karena selama ini sudah ada ikut campur pemerintah pusat dalam upaya mendukung pelabuhan Tanjung Buton," katanya.

Tak hanya itu, terkait kawasan Industri Tanjung Buton dengan pengembangan ekonomi pelabuhan dan persyaratan apa yang dibutuhkan untuk memenuhi syarat pelabuhan Tanjung buton dijadikan pelabuhan ekspor impor, dalam hal ini sudah cukup mendukung, "Untuk itu dalam waktu dekat BKPM akan melakukan kunjungan langsung kelapangan," ujar Deputy.

Sementara, Kementerian Perhubungan Laut selama ini juga turut andil mendukung pembangunan KITB. Dari 2007 sampai dengan 2012 saja telah dikucurkan anggaran melalui APBN sebesar 127 M. Diantaranya pembangunan dermaga sepanjang 100 meter dengan lebar 20 meter. Dan untuk tahun 2014 ini dianggarkan lagi sebesar 6 milyar untuk pematangan lahan pelabuhan.

Untuk itu, diharapkan Kementrian Terkait mengambil langkah besar agar KITB segera dilakukan penangganan, sehingga bisa berfungsi secara baik.(Ad)
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini