Efek New Normal, Kurs Rupiah Menguat Tajam ke Rp13.980 per Dolar AS

Redaksi Redaksi
Efek New Normal, Kurs Rupiah Menguat Tajam ke Rp13.980 per Dolar AS
(Foto: ilustrasi/Ant)
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus menguat.

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus menguat setelah pelaku pasar mengantisipasi kenormalan baru (new normal). Kurs rupiah bahkan kini bergerak ke bawah Rp14.000 per dolar AS.

Mengutip Bloomberg, Rabu (3/6/2020), rupiah ditutup di Rp14.095 per dolar AS, menguat 320 poin atau 2,22 persen dibandingkan posisi kemarin di Rp14.415 per dolar AS.

Kurs rupiah langsung dibuka menguat di Rp14.232 dan terus menekan dolar AS. Mata uang Garuda yang sempat menembus Rp16.000 pada April lalu, kini membalikkan keadaan dengan mencatat penguatan 1,65 persen terhadap greenback sejak awal tahun.

Data Reuters menunjukkan kurs rupiah menguat tajam 400 poin atau 2,78 persen ke Rp13.980 per dolar AS. Kurs rupiah bergerak pada kisaran 13.980-14.380 sepanjang perdagangan hari ini.

Analis Central Capital Futures, Wahyu Laksono mengatakan, faktor global sebenarnya lebih dominan menyetir pergerakan kurs rupiah. Namun, faktor domestik ikut memberikan sentimen positif.

"Sentimen positif bagi rupiah lainnya yaitu pembukaan kembali perekonomian di beberapa negara pandemi dan rencana kenormalan baru di Indonesia," kata Wahyu.

Dari sisi global, situas AS yang kurang kondusif membuat dolar AS tertekan akibat Covid-19 dan kerusuhan. Aksi demonstrasi terus menyebar di kota-kota di seluruh AS setelah seorang warga Afro-Amerika, George Floyd dibunuh oleh polisi AS.

Berdasarkan data kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) hari ini, kurs rupiah berada di level Rp14.245. Angka tersebut lebih baik dibandingkan posisi sebelumnya di Rp14.502.

(iNews.id)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini