Efek Gemstone Fair Pulau Jemur 2015 Terus Mewarnai Bagansiapiapi

Redaksi Redaksi
Efek Gemstone Fair Pulau Jemur 2015 Terus Mewarnai Bagansiapiapi
ram/riaueditor.com
Efek Gemstone Fair Pulau Jemur 2015 Terus Mewarnai Bagansiapiapi.
BAGANSIAPIAPI, riaueditor.com - Pasaran bongkahan batu yang bisa dibuat menjadi batu akik kini menjamur kembali di Kota Bagansiapiapi. Bahkan pedagang bongkahan batu akik tidak segan-segan membawa dalam partai besar, karena peminat dan pecinta batu akik semakin berkembang di kota berjuluk Negeri Seribu Kubah ini.

Pantauan riaueditor.com, Kamis (4/6) menyaksikan para pedagang batu akik yang memadati pinggiran jalan Kota. Pedagang batu bukan hanya dari Riau saja, bahkan para pedagang batu bongkahan tersebut ada yang datang dari berbagai daerah baik Sumatera Barat, Bengkulu dan Sumatra Utara (Sumut).

Salah satu pedagang asal Sumatera Barat, Dabuih (36) menjelaskan kedatanganya ke Bagansiapiapi ini sebulan sekali, "Kita disini berdagang selama satu minggu. Kita menjajakan bahan dagangan yang kita bawa dari berbagai macam daerah baik itu batu akik dari Sumbar, Aceh, Garut, Bengkulu dan Kalimantan," ujar Dabuih.

Diakuinya, peminat dan pecinta batu akik cukup tinggi di Kota Bagansiapiapi, bahkan tak pernah sepi. Awal April kemarin kita sampai kehabisan bahan dan tidak satu pun tersisa.

"Dalam satu bulan ini kita selalu berkeliling ke daerah-daerah yang lain, dengan bahan batu terbaik dan terbaru. Bahkan bulan April kemarin kita sampai kehabisan bahan dan tidak satu pun bahan tersisa di Kota Bagansiapiapi ini," paparnya.

Ditempat yang sama, Hendra (41) pedagang bahan batu akik asal Sumut mengatakan, "Bahan kita banyak dibawa dari Aceh sekitarnya dan bahan kita juga ada dipesan dari Jawa yang dikenal batu akik asal Garut dan sekitarnya, juga bahan batu akik lainnya seperti dari Sumbar, ada juga batu dari Lampung," ungkap Hendra.

Kita datang kali ini ke Kota Bagansiapiapi dengan bahan yang cukup lengkap agar tidak mengecewakan konsumen. Sebab pecinta batu akik disini masih cukup ramai dan tak pernah sepi peminat, tambah Hendra.

"Kalau masalah harga kita jual bervariasi, paling murah Rp20 ribu sampai Rp70 ribu perkeping. Selain itu ukuran juga menjadi perbedaan harga. Perbedaan tidak ada sesama pedagang, kita semua sama dalam harga jual, hanya kualitas batu yang dibedakan antar sesama pedagang," tukasnya.

Sementara, salah satu pengasah batu sekaligus pedagang cicin yang berada di jalan Perniagaan, Mas Lelek mengatakan, sejak pagelaran Gemstone Fair Pulau Jemur 2015 kemarin, kita membuka usaha asah batu sekalian cincin pengikatnya dengan penghasilan yang cukup lumayan perharinya.

"Kalau masalah penghasilan tergantung berapa batu yang diasah perhari, kita bisa mengasah paling banyak 20 buah batu akik dari berbagai ukuran perharinya. Pelanggan datang selain beli bahan batu akik dikedai kita, ada juga yang membawa bahan mereka sendiri yang dibeli dari luar dan dibeli dari pedagang khusus batu akik dari seputaran kota Bagansiapiapi," katanya.

Pengasah batu akik di Bagansiapiapi sampai saat ini sudah tidak terhitung lagi jumlahnya. Selain di kota, pengrajin asah batu akik juga mudah ditemui di setiap gang dan jalan.

"Kita menilai ada efek positif sejak diselenggarakannya kontes batu akik di kota Bagansiapiapi, peredaran dan pedagang batu akik dari berbagai daerah serta pengerajin batu akik disini tidak terhitung lagi. Dan lumayanlah bisa dijadikan tambahan penghasilan yang sangat memadai," tandas mas Lelek.(ram)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini