JAKARTA - Sepak terjang musisi Giring Ganesha dalam mewujudkan mimpi sebagai vokalis dari band ternama di Indonesia tidaklah mudah. Pria 33 tahun itu ingat betul sebelum bergabung dengan Nidji, sejatinya ia hanya berperan sebagai vokalis pengganti. Tapi siapa sangka justru takdir berkehendak lain.
"Awalnya tuh, gue vokalis pengganti. Dulu ada band yang dipegang sama Andro (bass). Dia punya band vokalisnya sakit. Akhirnya gue dateng nyanyi," kenang Giring.
Lambat laun, pada 2002 terbentuklah grup musik beraliran pop dengan nama Nidji. Giring sendiri tak menyangka berawal dari berkenalan lewat sejumlah teman. Ia bersama kelima personel lainnya termasuk Rama (gitar), Ariel (gitar), Randy (keyboard), Andro (bass) dan Andri (drum) mendapatkan eksistensi yang luar biasa di kancah musik nusantara.
"Yah akhirnya gabung-gabung, kenalan-kenalan, jadilah Nidji. Dan itu dari 2002 sampai sekarang belum pernah ganti personel sekalipun," jelas Giring.
Bersyukur Meski Tanpa Bayaran
Sebelum tergabung dengan Nidji, Giring pernah memiliki band sendiri saat duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Suami dari Cynthia Riza itu pun semakin mantap bermusik saat mengenyam pendidikan di masa Sekolah Menengah Atas (SMA). Diakui Giring setiap kali manggung sama sekali tak pernah mendapatkan bayaran.
Saat bergabung dengan Nidji pun mereka hanya bersyukur dapat kesempatan manggung meskipun hanya dibayar sekotak nasi untuk setiap personel.
"Kita jujur aja enggak pernah ikut festival. Kita ikut pensi-pensi aja. Audisi diterima kita manggung siang-siang yang kagak ada penontonnya. Itu kagak dibayar. Tapi kalau main di tempat lain dibayar nasi kotak. Dulu mah bisa manggung aja udah bersyukur," jelas Giring.
Sampai akhirnya kemampuan Giring dan kawan-kawan mulai dilirik oleh publik. Dari bayaran sekotak nasi naik hingga akhirnya mendapatkan upah sebesar Rp500 ribu. Pertama kali menerima gaji dari bermusik, Giring pun mengibaratkan mendapatkan durian runtuh.
"Pokoknya gue inget banget, duit yang didapat ditabung sisanya dikasih ke nyokap. Duit itu gue beli cd player di dalam mobil. Karena gue sering banget ngabisin waktu di mobil. Jadi, gue pengin dengerin musik di sana. Gue senangnya yang seneng banget," papar Giring.
Di Lirik Label Ternama
Sampai pada akhirnya, Giring beserta Nidji mendapatkan kesempatan manggung secara rutin di eX Plaza Indonesia. Giring pun tak menyangka aksi manggung membawakan lagu Coldplay rupanya langsung menarik simpati dari salah satu petinggi Musica Studio yang kala itu tengah berbelanja.
"Kita enam bulan main di eX Plaza Indonesia secara reguler. Terus tiba-tiba Bu Acin (orang Musica Studio) lihat. Dia bilang 'wah bagus yah kayak di CD'. Kita dulu bawain lagu Coldplay. Bu Acin janji, kalau bertemu kita lagi mau langsung diajak tanda tangan dan masuk rekaman," kenang Giring.
Hari yang paling ditunggu pun tiba. Mimpi Giring debut sebagai musisi profesional pun terwujud. Dua minggu pasca bertemu Bu Acin, tanpa tedeng aling-aling ia dan kawan-kawan langsung masuk label rekaman. Momen bersejarah itu pun jatuh tepat pada 2005 silam.
"Dua minggu kemudian Bu Acin datang lagi. Dia bilang 'Oh dia nih yang waktu itu yah, ayo masuk rekaman'. Itu tahun 2005. Dan akhirnya 2006 album pertama kita keluar," sambungnya.
Dunia malam, Alkohol dan Seks Bebas
Tak menunggu lama pasca debut sebagai grup musik profesional, Nidji langsung meraih popularitas tinggi. Itu juga yang membuat Giring menjadi terbuai. Usia remaja membawa Giring nyaris pernah menjajal berbagai macam jenis alkohol juga kehidupan seks bebas.
"Kalau boleh jujur kita ada masa suramnya kok. Ada masa alkohol, masa seks juga ada. Cuma kan itu waktu awal-awal," cerita Giring.
Dekat dengan kehidupan kelam bukan berarti membuat Giring terjerumus dengan barang haram, narkotika. Giring sendiri tak pernah menampik bahwa tawaran narkoba kerap diterima. Beruntung orang di sekitar selalu menjaga agar tak tersentuh dengan dunia narkotika.
"Jujur aja gue enggak pernah nge-drugs. It's very dangerous. Tawaran sudah pasti pernah. Tapi gue dijagain sama semua orang. Kayak manajer gue selalu jagain. Lagian, gue sudah lihat banyak contoh orang hidupnya hancur gara-gara drugs," tegasnya.
Pengalaman muda yang tak mengenakan justru membuat Giring jauh lebih dewasa. Ia menilai tingkah laku di masa lampau hanya sekadar faktor pergaulan.
"Mungkin kalau kita enggak elewati masa-masa itu, kita enggak bakal menghargai masa-masa sekarang. Karena jujur saja, semua sudah dicobain kok. Jadi sudah tahu oh kayak gini yah rasanya. Makanya, sekarang gue pribadi sayang banget sama pasangan gue," papar Giring.
Nidji Nyaris Bubar
Di samping itu, lima belas tahun berkarya dengan Nidji, Giring mengungkap pernah berkali-kali nyaris bubar. Faktor utama tentu saja karena kehidupan malam yang liar di antara para personel.
"Waktu itu tuh sempat hal-hal kayak gitu gara-gara alkohol, hedonisme itu kita hampir bubar, terus kita tobat," ungkap Giring.
Untungnya, Giring dan kawan-kawan menyadari grup yang dibangun dengan susah payah tak pantas dibubarkan begitu saja. Mereka menyadari bermusik sejatinya hanya untuk menelorkan karya bukan sekadar mengejar popularitas juga kenikmatan duniawi.
"Satu persatu kita mencoba enggak melakukan itu lagi. Balik lagi normal itu ke diri sendiri. Kita mikir dulu kita main musik buat apaan sih? Kita main musik apa cuma buat hedon? Kita kan seniman mau buat karya. Ya sudah, akhirnya kita balik lagi berkarya lagi. Masa-masa suram itu kejadiannya sebelum gue nikah sekitar 2010 pokoknya," tambahnya.
Vakum, Fokus dengan Keluarga
Tiba pada 2017, Giring mendadak mengumumkan akan rehat sejenak dari industri tarik suara. Lima belas tahun berkecimpung di dunia musik Giring rasa sudah cukup. Bapak tiga orang anak ini ingin fokus menghabiskan waktu bersama keluarga dan memajukan bisnis yang baru dikembangkannya.
"Mungkin gue sekarang punya tujuan hidup yang lain. Lima belas tahun udah menjadi yang luar biasa buat kita berenam. Just simple alasannya. Gue mau spare time bareng keluarga. Ini sudah lima belas tahun, tujuannya sudah beda," sambungnya.
Di samping itu semua, Giring memastikan akan terus berkarya memajukan musik Tanah Air. Ia akan bergerak sebagai orang di balik layar.
"Gue tetap bermusik. Jujur gue tetap bakal selesain album Nidji. Mungkin yang enggak bisa gue lakuin itu manggungnya. Gue tetap akan ciptain lagu, rekaman cuma yah yang berat manggungnya," tutupnya.
(edh/okezone)