Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Kabupaten Pelalawan Menuju Kedaulatan Pangan

Redaksi Redaksi
Kabupaten Pelalawan Menuju Kedaulatan Pangan
Foto: Diskominfotik Pelalawan

PELALAWAN, riaueditor.com - Kabupaten Pelalawan sangat serius menuju kedaulatan pangan didukung dengan potensi sektor pertanian yang strategis. Pemerintah terus berupaya kembangkan kegiatan penanaman padi serentak Indeks Pertanaman (IP) 200 di lahan Optimasi Lahan (Opla) berlokasi di Desa Sungai Solok, Kecamatan Kuala Kampar sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui optimalisasi lahan pertanian pada pertengahan bulan Mei 2025.

Bupati Pelalawan H. Zukri menyampaikan bahwa di kecamatan Kuala Kampar luas lahan ladang persawahan dan yang sudah ditanami oleh masyarakat Itu hampir 6.000 hektare, dan ini merupakan potensi yang luar biasa, namun selama ini masyarakat masih menanam 1 kali setahun.

"Saya kemarin bertanya dengan Pak Kades bagaimana cara pengolahan lahannya, ternyata masih ada pakai secara manual, padahal sudah banyak bantuan alat pertanian di sungai solok ini, saya berharap kepada petani agar lebih serius lagi dalam pengolahan lahan maupun penananaman, karena kalau kita serius dengan pengolahan yang baik Insyaallah ekonomi petani akan jauh lebih sejahtera", tegas Bupati.

Selanjutnya Bupati Zukri menjelaskan bahwa Pemerintah begitu serius agar penanaman IP200 ini bisa terlaksana dengan baik, mulai dari benih, pupuk, maupun herbisida akan dibantu oleh Pemerintah, sehingga tinggal bagaiman petani bisa memanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Beliau juga berharap agar penanaman padi IP200 membawa rahmat dan berkah bagi petani. Mudah-mudahan Kuala Kampar bisa menjadi salah satu lumbung pangan di Provinsi Riau.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura Riau dijabat M Job Kurniawan dalam sambutannya menyampaikan bahwa program IP 200 bertujuan untuk meningkatkan produksi padi dengan pola tanam dua kali setahun. “Ini adalah bentuk komitmen kita dalam menjawab tantangan kebutuhan pangan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya.

Lebih lanjut M.Job kurniawan menjelaskan hasil produksi beras Riau yang dihasilkan pada lahan baku sawah 59,181 hektare tahun 2024 baru bisa mencukupi 22% dari kebutuhan produksi pangan provinsi Riau. oleh karena itu perlu dilakukan upaya yang serius bagi kita semua dalam penyediaan pangan melalui peningkatan produksi, luas tanam dan panen khususnya di Kabupaten Pelalawan yang kita cintai ini.

"Kami juga memberikan apresiasi kepada Bupati Pelalawan H. Zukri beserta seluruh jajaran atas peningkatan tertinggi produksi padi tahun 2024, meningkat di Pelalawan sebesar 67,7% dibandingkan tahun 2023 sehingga menyumbang 13,76% terhadap produksi padi provinsi Riau. Namun peningkatan tersebut harus dijaga dan dapat ditingkatkan lagi," katanya.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan secara simbolis bantuan Traktor roda 4 satu unit, Traktor roda 2 empat unit, Rice Transplenter 2 Unit, Pompa Air 6 unit dan dilanjutkan penanaman padi oleh para pejabat yang hadir bersama para petani.

Bupati Zukri menyebutkan saat ini infrastruktur, terutama sekali jalan lebih baik dari sebelumnya, dimana biasanya pejalanan darat dari Kelurahan Teluk dalam menuju Sungai Solok ditempuh 1 jam sampai 1 jam 45 menit, saat ini bisa hanya 30 sampai 45 menit.

"Tentu kedepan akan lebih kita tingkatkan lagi infrastruktur di Kecamatan Kuala Kampar ini, terutama sekali jalan yang sudah dilakukan pengerasan apakah di beton atau diaspal, sehingga dapat meningkat kesejahteraan masyarakat," paparnya.

Saat ini lanjut Bupati Zukri, lahan padi di Kuala Kampar merupakan lahan terluas di Propinsi Riau, di mana hamparannya mencapai 5.500 hektar, jika lahan padi ini dikelola secara efektif, IP 100 saja akan menghasilkan 15.000 ton, dan jika IP 200 yang saat ini kita tanam berhasil secara efektif tentu hasilnya akan menjadi 30.000 ton.

"Untuk mencapai ini semua, tentu saya berharap dukungan dan kekompakan masyarakat petani padi pada program padi IP 200, dan untuk mendukung program ini maka tahun ini akan dibangun tanggul," sebut Bupati Zukri.

Bupati Zukri menegaskan pentingnya koordinasi dan sinergi lintas sektor dalam menyukseskan program tanam serentak padi, khususnya di wilayah Kecamatan Kuala Kampar yang memiliki potensi besar sebagai lumbung pangan daerah.

"Kita tidak bisa bekerja sendiri, karena tanam serentak ini adalah gerakan bersama demi kedaulatan pangan Kabupaten Pelalawan. Maka semua pihak harus terlibat aktif, mulai dari pemerintah daerah, TNI, OPD teknis, hingga masyarakat dan kelompok tani," ujar Bupati Zukri.

Beliau menekankan bahwa sektor pertanian, terutama tanaman pangan seperti padi, harus menjadi prioritas pembangunan ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan. Gerakan tanam serentak diharapkan mampu mendorong peningkatan produksi, efisiensi waktu tanam, serta pengendalian hama dan penyakit tanaman secara lebih terstruktur.

“Pangan adalah kebutuhan dasar. Kita harus pastikan masyarakat Pelalawan bisa makan dari hasil bumi Pelalawan sendiri. Ini bagian dari misi besar kita menuju Pelalawan yang mandiri dan menawan." tegasnya.

Bupati juga menyoroti pentingnya kesiapan infrastruktur pendukung, seperti saluran irigasi, jalan usaha tani, dan alat mesin pertanian (alsintan) serta kesiapan lainnya. Untuk itu, keterlibatan dinas terkait menjadi salah satu fokus dalam pembahasan.

Dalam rapat tersebut, Bupati meminta agar semua rencana dan dukungan teknis segera dituangkan dalam aksi nyata. Seluruh kepala OPD diminta dapat menyelesaikan seluruh persiapan yang dibutuhkan dalam kegiatan tanam serentak padi ini agar segera dapat direalisasikan.(ADV/ZG)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini