Pembangunan Dorak Port Terus Digesa

Redaksi Redaksi
Pembangunan Dorak Port Terus Digesa
Humas Meranti
Sekretaris Daerah Kbupaten Kepulauan meranti Drs. Iqaruddin, M.Si di dampingi Asisten III bidang administrasi umum Drs. H.T Akhrial, Kabag Humas Ery Suhairi dan Kadis Pekerjaan Umum (PU) tinjau lokasi Pelabuhan Dorak Internasional Port. Selasa (23/9)
SELATPANJANG, riaueditor.com- Sekretaris Daerah Kepulauan Meranti Iqaruddin melakukan peninjauan rutin Pembangunan Pelabuhan Dorak atau Dorak Port (DP) yang terus digesa. Sampai saat ini proyek yang dibiayai secara multiyears tersebut sudah hampir 60 persen dikerjakan.

"Kita melihat progres pembangunan pelabuhan ini cukup baik. Kita minta rekanan menggesa proses pengerjaan namun tetap mengutamakan mutu dan kualitas pengerjaan," tegas Sekda didampingi Asisten Administrasi Umum Tengku Akhrial, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Ardhani dan Kepala Bagian Humas Ery Suhairi, Selasa (23/9).

Menurutnya, kehadiran pelabuhan berstandar internasional tersebut sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terutama dalam memudahkan arus barang dan orang. Selama ini arus barang dan orang terhambat karena sarana pelabuhan yang kurang memadai terutama pelabuhan bongkar muat sehingga barang yang akan keluar dan masuk ke Kepulauan Meranti mengalami keterlambatan.

"Akibatnya harga barang menjadi tinggi. Kalau pelabuhannya sudah baik dan arus bongkar barangnya bisa cepat tentu bisa menekan kos sehingga berpengaruh pada harga barang," papar Sekda.

Sedangkan Kepala Dinas PU Ardhani menjelaskan proyek tersebut dikerjakan dalam tahun jamak selama tiga tahun. Nilai totalnya mencapai sekitar 102 miliar rupiah.
"Saat ini dermaga untuk pelabuhan penumpang dan pelabuhan bongkar muat sudah selesai. Namun pekerjaan yang paling banyak dan memakan waktu itu adalah pematangan lahan. Kita lihat pematangan lahan sudah hampir selesai dan diperkirakan tuntas akhir tahun ini," papar Ardhani.

Menurut dia, proses pematangan lahan di Kepulauan Meranti berbeda dengan daerah-daerah yang tanahnya sudah keras seperti Pekanbaru atau Batam. Mengingat kondisi tanah gambut di daerah ini yang memiliki kandungan air tinggi, maka digunakan teknologi khusus dengan menanam ribuan saluran air sejenis selang jenis PVD (port vertical drain) dengan kedalaman sekitar 20 meter pada jarak satu meter.

Dengan tekanan timbunan pasir di atasnya maka air akan keluar melalui saluran-saluran tersebut. "Untuk lahan gambut memang harus menggunakan teknologi ini agar kontur tanahnya lebih kuat," tegasnya.

Sementara itu pembangunan gedung terminal diperkirakan tidak memakan waktu lama. Namun dengan berbagai kendala yang dialami dalam pembangunan Pelabuhan Dorak ini terutama menyangkut ganti rugi lahan, maka Ardhani memperkirakan tahun depan akan dimulai pengerjaan gedung-gedung tersebut.

"Nanti akan dilelang secara reguler saja," sebut Ardhani.(Adv.hms)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini