Pelantikan Ketua PD PITI Meranti Dihadiri Anton Medan

Redaksi Redaksi
Pelantikan Ketua PD PITI Meranti Dihadiri Anton Medan
rs/riaueditor.com
Foto bersama H Anton Medan, Wabup Meranti H Masrul Kasmy, Kapolres Meranti AKBP Zahwani Pandra Arsyad MSi, Ketua MUI Ketua LAMR dan pengurus PITI Kepulauan Meranti Kamis (5/12) Malam.

SELATPANJANG, riaueditor.comPelantikan Lukman Firdaus (Lim Chit Kiong) sebagai Ketua Pimpinan Daerah PITI (Persatuan Islam Tionghoa Indonesia) Kabupaten Kepulauan Meranti, Kamis (5/12) malam kemarin berlansung ‘seru’ dengan kehadiran lansung Ketua Umum PITI Nasional, H Muhammad Ramdhan Effendi atau yang lebih dikenal H Anton Medan.

Selain H Anton Medan, hadir juga dalam kegiatan ini Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Masrul Kasmy MSi, Ketua Komisi I DPRD Kepulauan Meranti, Dedi Putra SHi,Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Zahwani Pandra Arsyad SH MSi, Ketua MUI, H Nizam Munadi Sag, Ketua LAMR Kepulauan Meranti, H Ridwan Hasan serta beberapa tokoh paguyuban-paguyuban dari beberapa suku dan etnis yang berada dilingkungan Kabupaten Kepulauan Meranti.

H Anton Medan yang memiliki nama Tionghoa, Tan Kok Liong, dalam acara pelantikan Ketua Pimpinan Daerah PITI Kabupaten Kepulauan Meranti yang berlansung di Grand Meranti Hotel Jalan Kartini, Selatpanjang itu mengatakan, PITI akan terus merangkul semua komponen warga Tionghoa untuk menyikapi dan berpartisipasi dalam perjalanan bangsa Indonesia ke depan.

“Di konstitusi kita tidak mengenal Tionghoa, Melayu, Sunda, Batak, Jawa dan sebagainya. Justru Islam itu membebaskan manusia dari ras diskriminasi. Itu tujuan yang ingin kita wujudkan disini,” Ujar mantan narapidana Lapas Cipinang yang tobat masuk islam melalui kiyai kondang Alm KH Zainuddin MZ ditahun 1992 ini.

Pembentukan pengurus PITI juga merangkul Tionghoa non-Muslim menurut H Anton Medan, itu karna untuk membangun bangsa ini menjadi lebih baik sudah menjadi kewajiban semua pihak tanpa memandang etnis, suku, agama, dan latarbelakangnya.

“Dengan bergabungnya lintas etnis dalam keanggotan ini nantinya diharapkan mampu memberikan kontribusi serta menciptakan sinergi dalam pemberdayaan bagi anggota, masyarakat muslim lainnya, dan menjadikan perekat sesama non muslim Tionghoa melalui PITI, untuk bersama membangun karakter bangsa yang lebih baik lagi kedepanya, jadi siapapun bisa bergabung menjadi anggota, ” tambahnya.

Semua pengurus PITI yang berada di daerah harus bisa menjadikan PITI sebagai organisasi yang berbasis keagamaan, ekonomi, sosial dan budaya yang berskala nasional berfungsi sebagai tempat singgah, tempat silaturahmi untuk belajar ilmu agama dan cara beribadah bagi etnis Tionghoa yang tertarik dan ingin memeluk agama Islam serta tempat berbagi pengalaman bagi mereka yang baru masuk Islam.

Sementara Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Masrul Kasmy MSi dalam sambutannya mengharapkan dari terbentuknya Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) di Kabupaten ini bisa menjadi salah satu organisasi yang bisa bersama-sama membantu pengembangan dan pembangun pola kemajuan karakter masyarakat kabupaten Kepulauan Meranti yang terdiri dari berbagai suku dan etnis.

Menurut Wabup Masrul Kasmy, Ada lagi bagian terpenting dengan terbentuknya organisasi PITI di Kepulauan Meranti ini, yakni suatu langkah yang bisa bersinergi dalam menghidupkan kembali program Pemerintah terhadap pembinaan untuk Mu’alaf yang telah terbangun dari beberapa tahun belakangan ini.(rs)


Tag:

Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini