Menpan RB Puji Pelayanan Publik Melalui Riau Go IT

Redaksi Redaksi
Menpan RB Puji Pelayanan Publik Melalui Riau Go IT
humas riau
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Asman Abnur disdampingi Gubri Arsyadjuliandi Rachman saat meninjau ULP serta Badan Perizinan dan Pelayanan Terpadu (BP2T) Riau.
PEKANBARU, riaueditor.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau membuat terobosan baru dalam hal pelayanan publik berbasis Informasi Teknologi (IT) atau lebih dikenal E-goverment. Dengan tagline “Riau Go IT”, Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman mengaku inovasi ini dibuat dalam rangka memberikan pelayanan transparansi sistem pemerintahan tanpa ada yang ditutup-tutupi kepada masyarakat. Inilah yang menjadi inspirasi terbentuknya Go IT.

“Nantinya sistem ini akan diintegrasikan keseluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemprov Riau. Karena memang, semua Satuan Kerja (Satker) telah menerapkan E-Goverment ini,” ujar Andi Rachman.

Sistem ini sendiri, kedepan bukan hanya akan diterapkan ditingkat Provinsi saja. Kata Andi Rachman, kabupaten dan kota juga harus mempersiapkan diri untuk menggunakan sistem pelayanan publik berbasis IT tersebut. Pasalnya, Sistem pelayanan ini sudah terintegrasi dengan milik pemerintahan pusat.

“Ke depan tinggal membumikan sistem pelayanan publik berbasis teknologi ini ditengah masyarakat dan pelaksanaannya di kabupaten dan kota. Supaya benar-benar dapat dirasakan manfaat e-goverment,” Katanya.

Dikatakan Gubernur, ke depannya sistem IT akan sampai ke tingkat desa. Kenapa demikian, supaya pemerintah desa bisa mengatasi ketertinggalan dengan daerah lainnya. "Maka, internet harus bisa masuk sampai kesana," singkatnya.

Melalui e-goverment, kedepan diharapkan tidak ada lagi mendengar keluhan masyarakat dalam mengurus administrasi dan segala macam informasi yang dibutuhkan masyarakat dengan mudah diakses menggunakan internet. Selain itu, ketika pemerintah melakukan penyusunan Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) dapat diketahui dengan sekali "klik" saja.

Sebagai informasi, e-goverment sendiri merupakan sistem penggunaan teknologi informasi oleh pemerintah yang bertujuan memberikan pelayanan dan informasi kepada masyarakat dengan keterbukaan. Jadi, setiap hari, setiap jam, setiap menitnya, masyarakat dapat mengakses pelayanan publik tersebut tanpa harus mendatangi kantor pemerintahan.

Dengan inovasi seperti ini, informasi yang tersedia seharusnya dapat dikelola secara maksimal untuk mendukung pelaksanaan Riau Go IT. Apalagi,  ketersediaan perangkat sudah memadai dengan jaringan yang sudah menjangkau seluruh wilayah.

“Untuk satelit guna Go IT bisa dilaksanakan karena kita bekerjasama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI). Sedangkan,  untuk pelaksanaan programnya sendiri dibantu oleh pihak Bank Riau Kepri," paparnya kembali.

Bukan hanya kesiapan perangkat yang harus dipikirkan secara matang. Andi Rachman menekankan betapa pentingnya kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu menunjang implementasi e-goverment. "Kita harus yakin dan percaya dengan Go IT, kita bisa menjadikan Riau sebagai Smart Province (Provinsi Cerdas,red)," ujarnya.

 
MenPAN-RB ke Riau

Pada Rabu (7/9/2016) lalu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Asman Abnur untuk pertama kalinya menginjakan kaki ke bumi melayu lancang kuning. Hal ini dilakukannya dalam rangka intruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 3 tahun 2003 tentang kebijakan dan strategi nasional pengembangan E-Government Indonesia.

“Presiden baru mengimbau, Riau malah sudah melaksanakannya duluan. Kita berharap Riau bisa menjadi role model (percontohan, red) bagi daerah-daerah lainnya, karena mampu melaksanakan kegiatan pemerintahan berbasis IT,” ucapnya.

Terlihat saat melakukan peninjuan beberapa SKPD di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, seperti Lembaga Pelelangan Secara Elektronik (LPSE), Unit Layanan Pengadaan (ULP) serta Badan Perizinan dan Pelayanan Terpadu (BP2T) Riau serta Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Riau, Menteri Asman Abnur tampak terpukau dengan sistem e-Goverment yang baru saja diluncurkan oleh Pemprov Riau pada Hari Jadi Riau ke 59 yang jatuh pada 9 Agustus 2016 lalu.

Melalui sistem berbasis IT, dengan mudah pemerintah maupun masyarakat  dapat dengan mudah mengetahui serta memantau serapan realisasi setiap SKPD. “Dengan ini bisa ketahuan mana saja SKPD yang lambat,” katanya.

Dengan begitu, mayarakat bisa mengadukan secara online atas pelayanan yang diterimanya. Setelah mendapat laporan, SKPD dapat segera mengetahui dan memperbaiki kesalahannya langsung. “Kalau masyarakat keberatan dengan pelayanan yang diterimanya, bisa segera melapor. Tentunya kami mengapresiasi Pemprov Riau untuk dapat berinovasi menciptakan sistem pelayanan kedepan yang lebih baik lagi,” jelasnya.

Salah satu keberhasilan, Pemprov Riau dalam menjalankan Go It berhasil menghemat Anggaran Belanja dan Pendapatan Daerah (APBD) hingga mencapai Rp600 miliar berkat aplikasi E-Budgeting. Transparansi anggaran e-udgeting merupakan sebuah sistem keuangan yang disimpan secara online dengan tujua transparansi bagi setiap pihak. Sistem ini diterapkan sebagai dokumentasi penyusunan anggaran disebuah daerah.

“Melalui sistem e-budgeting ini mampu menghemat Rp600 miliar dari Rp6 triliun anggaran yang ada. Berarti hemat sekitar 13 persen. Dengan dana segitu, ini sudah bisa digunakan untuk bangun jalan berapa kilometer,” pujinya. (adv/hms)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini