Layanan Kesehatan Masyarakat Menjadi Prioritas

Redaksi Redaksi
Layanan Kesehatan Masyarakat Menjadi Prioritas
anje/riaueditor.com
Bupati Irwan MSi tinjau layanan KB Kes di Desa Bandul.
SELATPANJANG, riaueditor.com- Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti terus berupaya menggesa percepatan pemerataan pembangunan infrastruktur dasar di berbagai pelosok perdesaan. Dalam 10 tahun ke depan, kebutuhan infrastruktur dasar tersebut sudah harus dipenuhi. Selain memang tuntutan, kebijakan tersebut sebagai salah satu cara untuk menjadikan tahun 2020 Meranti menuju MDGs (Millenium Development Goals).
 
Guna mendukung program tersebut, maka satu desa akan ditempatkan satu bidan dan tiga perawat. Harapan ini agar Meranti bebas dari penyakit menular dan derajat kesehatan masyarakat meningkat dengan baik, zero kemiskinan, zero angka kematian ibu melahirkan dan tidak ada kasus gizi buruk.
 
Dengan kondisi infrastruktur dasar yang masih minim, memang sulit untuk bisa mengangkat harkat dan martabat kesejahteraan masyarakat desa. Meskipun Meranti merupakan daerah yang strategis dan subuh, degan infrastruktur dasar yang minim tetap tidak akan mampu mendongkrak tingkat kesejahteraan masyarakat. Ditambah lagi dengan masih minimnya kesadaran masyarakat untuk menjalankan hidup sehat.
 
Persoalan ini tentuny akan semakin menggiring masyarakat di pelosok-pelosok pedesaan dan terus terkurung dalam lingkaran kemiskinan, serta ancaman penyakit menular. Untuk itu, pembangunan infrastruktur dasar akan terus menjadi target utama Pemkab, termasuk program penyediaan air bersih dan peningkatan pelayanan kesehatan.
 
Sarana dan prasarana peningkatan pelayanan kesehatan akan terus ditingkatkan disetiap desa. Diupayakan agar masyarakat dengan mudah memngakses pusat pelayanan kesehatan dengan cepat. Sehingga tidak ada lagi warga yang sakit harus ditarik dengan gerobak ke RSUD Selatpanjang. Dengan tersedianya tenaga kerja mesid yang cukup, diharapkan semua persoalan pelayanan kesehatan bisa tuntas dipusat kesehatan masyarakat yang tersebar di pelosok-pelosok perdesaan.
 
Kabupaten Kepulauan Meranti tetap membutuhkan tenaga-tenaga medis, baik dokter, bidan, perawat maupun sarjana kesehatan masyarakat. Bagaimanapun juga, untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat tidak cukup hanya dengan tersedianya fasilitas sarana dna prasarana infrastruktur kesehatan. Dibagian lain, Meranti juga butuh penggerak kesehatan masyarakat.
 
Selain fasilitas, mental dan pola fikir masyarakat akan pola hidup sehat dan harus turut menjadi bagian prioritas menuju MDGs. Untuk kea rah itu, tentunya Meranti membutuhkan banyak motivator yang akan berperan aktif dalam mendobrak pola fikir masyarakat dan ini tentunya menjadi penyuluh sarjana kesehatan masyarakat.
 
Fokus Pada Kualitas Kesehatan

Sampai saat ini, program pembangunan bidang kesehatan yang diupayakan Pemkab Kepulauan Meranti tetap difokuskan pada peningkatan kualitas keehatan masyarakat. Dimana, ada tiga factor determinan yang sangat menentukan kualitas kesehatan masyarakat yaitu lingkungan, perilaku dan pelayanan kesehatan.
 
Secara esensial pelayanan kesehatan harus kita tingkatkan pada aspek askesibilitas dan mutu pelayanan. Berbagai program maypun kegiatan pun telah dilaksanakan. Seperti halnya pembangunan pusat-pusat kesehatan masyarakat sampai ke tingkat desa (Pustu atau Puskesdes).
 
Selain itu juga dilakukan penambahan jumlah tenaga medis dan paramedic untuk meningkatkan pelayanan sampai ke pelosok desa. Termasuk upaya peningkatan jangkauan transportasi bagi warga yang sakit dengan menyediakan ambulance laut. Sementara untuk mendekatkan pelayanan kesehatan dasar sampai ke frontline, saat ini Meranti telah memiliki 57 unit Puskesmas Pembantu, 19 unit Poskesdes dan 9nunit Puskesmas ditambah 1 unit Rumah Sakit.
 
Sedangkan untuk meningkatkan layanan kesehatan, pemerintah telah memberikan Jaminan Kesehatan Masyarakat Daerah melalui program Jamkesda. Untuk program ini telah dikucurkan dana sebesar Rp 2 milyar pada tahun 2011 dan sebesar Rp 1,9 miliar pada tahun 2012. Tahun 2013 Pemkab Meranti juga telah merencanakan program jaminan ksehatan bagi pekerja mandiri (perorangan) yang belum tertampung dalam program-program jaminan kesehatan yang sudah ada saat ini.
 
Bahkan, Pemkab Kepulauan Meranti juga akan terus berupaya melakukan revitalisasi RSUD melalui penyediaan dokter spesialis serta pengadaan dan penambahan peralatan kesehatan. Begitu juga dengan dibangunnya tiga Puskesmas rawat inap di tiga kecamatan guna mendukung pelayanan kesehatan.
 
Kondisi geografis Kabupaten Kepulauan Meranti yang terdiri dari pulau-pulau dipandang perlu perhatian khusus bagi optimalisasi pelayanan kesehatan masyarakat. Tidak hanya persoalan jarak tempuh, tapi juga berkaitan dengan kondisi ekonomi masyarkaat desa yang sebagian besar masiih tergolong dalam ekonomi lemah.
 
Karenanya, Bupati Kepulauan Meranti, Drs Irwan MSi berencana untuk terus meningkatkan fasilitas seluruh Puskesmas yang ada di tiap kecamatan menjadi Puskesmas rawat inap. Dengan perlengkapan fasilitas itu pula, kelak keberadaan Puskesmas rawat inap di daerah ini bisa menandingi rumah sakit swasta yang selama ini dipandang cukup efektif dan efisien dalam menangani pasien. (Adv/Misjan)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini