Kunker 71 Pejabat Sijunjung ‘Mengango Nengok Siak’

Redaksi Redaksi

SIAK, riaueditor.com – Sebanyak 71 Pejabat Daerah Kabupaten Sijunjung Provinsi Sumatra Barat yang melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Siak, setiba di tanah Melayu Kabupaten Siak mengango menengok kemegahan pembangunan Kabupaten Siak, baik itu infrastruktur jalan, sarana kantor yang luar biasa, apalagi jembatannya sangat menakjubkan.

Ungkap Midison yang dipercaya sebagai ketua rombongan saat menyampaikan arahan di hadapan sejumlah pejabat pemkab Siak di aula meeting room Kantor Bupati Siak Kamis (12/12). Menurut Midi, ketika rombongan kami tiba di Siak, bak kata orang Minang sampai mengango tengok Siak, sebab selain infrastruktur jalannya cukup bagus dan mulus, sarana kantor juga bagus, dan yang lebih menakjubkan lagi adalah pembangunan jembatan layangnya yang megah, sangat menakjubkan. Jadi tidak sia-sia bagi pejabat Kabupaten Sijunjung melakukan kunjungan kerja ke Pemkab Siak,” pujinya.

Disampaikan Midi, maksud dan tujuan sejumlah Pejabat Daerah Kabupaten Sijunjung Provinsi Sumatra Barat berkunjung ke Kabupaten Siak, intinya adalah untuk menggali ilmu tentang bagaimana Pemerintah Daerah Kabupaten Siak dalam mengelola Minyak Bumi dan Gas (Migas) yang membentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang langsung diberikan kewenangan untuk mengelolanya.

Kemudian tambahnya, juga untuk mengetahui tentang sistim pengelolaan dana desa atau yang disebut dengan program Pokmas, “inilah maksud kami berkunjung ke Kabupaten Siak,” papar Midi.

Diakui Midi, dalam pelaksanaan pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sijunjung dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sangat minim, yaitu hanya berjumlah Rp 7,14 milyar dengan Pendapatan Asli Daerah 35 milyar, dana inilah yang kami manfaatkan untuk pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Sijunjung, lainnya halnya dengan Kabupaten Siak yang memiliki dana APBD cukup besar Rp.2 trilun, tentu dengan dana sebanyak ini banyak yang dapat dilakukan,” sebut Midi membandingkan.

Sementara itu, arahan yang disampaikan oleh plt Sekretaris Daerah Kabupaten Siak, Drs H Syafrilenti, M.Si menyebutkan, Kabupaten Siak dahulunya merupakan daerah yang miskin dan jauh tertinggal dari daerah lain di Indonesia ini. Tapi berkat reformasi, Kecamatan Siak yang dahulunya berindukkan dengan Kabupaten Bengkalis, tepat tanggal 12 Oktober Tahun 1999 Siak dimekarkan menjadi Kabupaten dengan 3 Kecamatan yaitu Kecamatan Siak, Sungai Apit dan Kecamatan Minas.

Setelah berjalan 14 tahun Kabupaten Siak kini memiliki 14 Kecamatan. Dari 14 Kecamatan tersebut Daerah Kabupaten Siak masih memiliki beberapa desa yang sulit untuk dijangkau, diantaranya satu desa di Kecamatan Sungai Mandau dan dua desa di Kecamatan Sungai Apit. Kendati APBD Kabupaten Siak cukup besar yaitu mencapai 2 trilun lebih tapi, dana ini belum cukup untuk mengaplikasi keinginan masyarakatnya.

Sementara itu, terkait keinginan Pemkab Sijunjung untuk mempelajari sistim pengelolaan Migas dan pengalokasian dana desa (Pokmas-red) di Kabupaten Siak, Pemerintah Daerah siap untuk memberikannya, dan bila perlu sumber migas yang ada di Kabupaten Sijunjung dengan Kabupaten Siak, bisa dilakukan kerjasama secara patungan, untuk hal ini silahkan saja dibicarakan dengan Bupati Siak, tutup Lenti.(Ad)

Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini