"Target Pemkab Pelalawan ada 4 prioritas pembangunan ke depan ini. Karenanya, kami berharap mendapat dukungan penuh dari DPR RI khususnya komisi V dan Pemerintah pusat," kata Bupati Harris.
Keempat prioritas tersebut adalah, pengembangan kawasan teckno part Pelalawan, pembangunan kawasan Wisata Bono, pengembangan pertanian padi di Kuala Kampar dan pembangunan pelabuhan di Sokoi.
Sementara Kepala Bappeda Kabupaten Pelalawan Syahrul Syarif memaparkan kendala-kendala yang dihadapi Pemkab Pelalawan untuk mewujudkan program-program tersebut.
Syahrul mencontohkan untuk pengembangan wisata Bono, Pemkab terkendala dengan pembangunan Jalan Lintas Bono yang hingga saat ini belum selesai.

"Jalan Lintas Bono ini merupakan Jalan Provinsi. Sementara sejauh ini Pemprov Riau menganggarkan untuk 5 KM setiap tahunnya," jelas Syahrul.
Dengan kemampuan Pemprov tersebut, maka hitungannya, butuh waktu belasan tahun untuk menyiapkan Jalan Lintas Bono yang panjangnya mencapai 170 KM.
Kedatangan anggota Komisi V DPR RI di kawasan techno park kecamatan Langgam pada Kamis (20/6/2019) merupakan angin segar buat Kabupaten Pelalawan. Komisi V DPR RI melalui pimpinan rombongan Drs H Ibnu Munzir siap mendorong anggaran pembangunan di Kabupaten Pelalawan terhusus di kawasan terintegrasi techno park melalui APBN.
Dalam sambutannya Drs H Ibnu Munzir Techno Park yang dirancang sebagai kawasan terintegrasi sebagai kawasan industri, pendidikan dan pengembangan ekonomi masyarakat melalui sektor kelapa sawit tentunya menunjang kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pelalawan. Tak hanya itu, Pelalawan tentunya sangat berkontribusi bagi Riau dan Negara.

"Kami sangat bangga dengan terobosan Bupati Pelalawan HM Harris melalui kawasan techno park di Kabupaten Pelalawan ini. Tentunya kepada seluruh mitra diharapkan mendukung pembangunan di Kabupaten Pelalawan seperti infratruktur jalan, jembatan dan pemukiman, pembukaan jalan dan lain sebagainya," papar Ibnu Munzir.
Menurutnya, kunjugan kerja spesifik merupakan bagian tugas mulia dewan dan mitra-mitra kerja dalam berkontribusi di provinsi Riau.
"Kita memandang, dengan adanya techno park di Kabupaten Pelalawan adalah ide besar yang merupakan kawasan terpadu dengan berbagai kegiatan industri, pendidikan, penelitian, perkebunan dan lain sebagainya. Kawasan ini juga terkait dengan persoalan jalan yang terintegrasi. Tak hanya jalan-jalan yang menghubungi kawasan techno park namun juga jalan-jalan lainnya yang terhubung dengan jalan nasional. Kita yakin techno park di Kabupaten Pelalawan ini akan menjadi kawasan pertumbuhan ekonomi di Riau dan juga Indonesia. Ini bukan hanya berdampak bagi masyarakat Kabupaten Pelalawan saja namun juga Indonesia," tegasnya.
Ditambahkannya, Komisi V DPR RI akan mendorong anggaran pembangunan melalui APBN. "Kita sangat merespon pembangunan Techno Park dan pembangunan lainnya di Kabupaten Pelalawan," tutupnya. (adv/zoel)