Warga Sinama Nenek Dan PTPN V Kembali Bentrok

Redaksi Redaksi
[caption id="attachment_496" align="alignleft" width="300"] Warga Sinama Nenek Dan PTPN V Kembali Bentrok[/caption]

Bangkinang (riaueditor.com) Masyarakat  adat di Kenegerian Senama Nenek, Tapung Hulu tersulut emosinya, satu unit mobil milik PTPN V remuk diamuk massa, Selasa (30/10/2012). Buntut pemanenan yang dilakukan oleh karyawan PT Perkebunan Nusantara V pada lahan yang dipersengketakan warga.

Amuk massa merusak  kaca mobil double cabin jenis Mitsubishi Triton warna hitam pecah. Mobil itu sudah diamankan di Mapolsek Tapung Hulu. Sementara sebuah rumah yang sempat dikabarkan dirusak massa, berdasarkan hasil pantauan Riau Editor di lokasi, ternyata tidak benar.

Menurut seorang warga, Abdul Razak, emosi massa tersulut karena karyawan PTPN V memanen. Aktivitas pemanenan dimulai sekira pukul 07.00 WIB. Informasi itu, kata dia, diperoleh dari warga yang ditugaskan memantau aktivitas di lahan konflik.

"Memang ada warga yang patroli dua kali sehari. Pagi dan sore. Waktu pagi ke sana, rupanya karyawan sudah memanen," ujarnya pada Riau Editor, kemarin sore. Warga tersebut segera memberitahu kepada warga lain. Seketika, warga berkumpul dan massa bergerak ke areal PTPN V untuk menghadang karyawan yang memanen.

Bentrok fisik pun tidak terelakkan dan saling serang. Seorang karyawan PTPN V dikabarkan babak belur dihajar massa dengan tangan kosong. Hingga berita ini diturunkan, jumlah korban luka belum diketahui.

"Kalau dari masyarakat tidak ada yang luka," ungkap Abdul Razak.

Sementara Humas PTPN V, Friando Panjaitan membantah jika pihak direksi telah memerintahkan karyawan untuk memanen. "Itu adalah inisiatif karyawan sendiri," ujarnya kemarin malam. Lanjut dia, sebelumnya karyawan telah berkonsultasi dan mendapat izin dari Kepala Desa.

"Pendapatan mereka berkurang. Makanya mereka berinisiatif untuk memanen," katanya. Hingga kemarin menjelang langit gelap, baik karyawan perusahaan dan masyarakat masih berkumpul. Sebabnya, beredar informasi di tengah-tengah masyarakat bahwa karyawan akan melakukan penyerangan. Kedua kubu mempersejatai diri dengan berbagai alat. Mulai dari kayu, bambu runcing, pisau, parang, samurai dan kapak.

Saat dikonfirmasi, pukul 17.35 WIB, Kapolsek Tapung Hulu AKP. Alwis Saldi menyebutkan, informasi beredar itu tidak jelas sumbernya. Ia mengungkapkan, kemungkinan penyerangan itu tidak bakal terjadi.

"Masyarakat kebun (karyawan) sudah pulang ke rumah. Masyarakat juga sudah kembali ke rumah masing-masing. Tadi saya bertemu masyarakat di perkampungan," ujarnya.

Kapolsek juga menyebutkan bahwa tidak ada korban. Bahkan, Alwis menyatakan tidak terjadi bentrok, apalagi bentrok fisik. Meski ia membenarkan Senama Nenek kembali memanas. (smi)
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini