Sambut Kunker Presiden Jokowi ke Riau, Masyarakat Melayu Tapung Titip Pesan Pemekaran

Redaksi Redaksi
Sambut Kunker Presiden Jokowi ke Riau, Masyarakat Melayu Tapung Titip Pesan Pemekaran
riaueditor.com/raf

PEKANBARU - Kunjungan kerja Presiden RI Joko Widodo di Bumi Lancang Kuning pada Selasa 28 September 2021 disambut hangat masyarakat sungai Tapung. Panglima Besar Dubalang Tapung Lembaga Adat Kenegerian Melayu Tapung (LAKTA) H. Syafrianto, SE menyampaikan harapan yang tinggi suatu saat Presiden Jokowi dapat kembali berkunjung ke Bumi Tapung.

Dalam releasenya kepada media ini, Panglima Besar Dubalang Tapung LAKTA menyampaikan tiga harapan besar kepada Presiden RI dan Gubernur Riau serta Pemkab Kampar diantaranya; pertama, agar aspirasi Pemekaran Kecamatan Tapung menjadi tambahan 1 Kecamatan lagi yaitu Rencana Pemekaran Kecamatan Kualo Tapung yang berkasnya yang telah lengkap baik Naskah Akademis maupun persyaratan lainnya sesuai Peraturan Pemerintah Mandeg dan tertahan di Bagian Struktur Asisten 1 Sekdakab Kampar, Ahmad Yuzar.

Atas dasar ini, masyarakat Tapung kecewa dengan pemerintah kabupaten Kampar yang lamban mengeksekusi pemekaran Kecamatan Tapung yang memiliki 25 Desa dan mungkin satu satunya Kecamatan di Indonesia yang belum dipecah dengan jumlah penduduk dan Desa terbanyak di dalamnya.

"Ini memperlambat pelayanan pemerintah ke masyarakat. Berkas Pemekaran Kecamatan Kualo Tapung yang sudah lengkap ini juga sudah dinanti oleh pihak DPRD Kampar untuk diproses di lembaga Legislatif secara cepat," katanya.

Kedua lanjutnya, Jalan Provinsi yang melewati Bumi Melayu Tapung yang kaya sumber daya Migas dan sumber daya perkebunan, utamanya kepala sawit juga bertahun-tahun lamanya tidak dirawat dengan layak oleh pemprov Riau. Mulai jalur Kota Garo - Petapahan, Jalur Petapahan ke Desa Suka Ramai sampai ke Kasikan penuh lubang sehingga mobil truck besar pun bisa kandas atau terpuruk di jalan Provinsi tersebut, apalah lagi mobil mobil biasa milik masyarakat dan sepeda motor.

"begitu juga jalan Provinsi dari Desa Suka Ramai menuju Desa Sinama Nenek Tapung Hulu juga jelek dan tidak terawat. Aspirasi ini sudah disuarakan resmi lewat surat atau verbal langsung ke Pihak Provinsi Riau sejak 2017-2018 lalu namun belum mendapat respon berarti," katanya.

Ketiga tambah Panglima Besar Dubalang Lembaga Adat Kenegerian Melayu Tapung ini berharap Partai Pendukung Pemerintah Presiden Jokowi baik itu PDI Perjuangan, Golkar, Gerindra, Nasdem, PAN, PPP dan lainnya kiranya turut membantu lewat Pimpinan Partai di Daerah Kampar agar mendorong Pemekaran Kecamatan Tambahan lainnya di Bumi Malayu Tapung yaitu di Kecamatan Tapung Hilir dimekarkan menjadi Kecamatan Tapung Kanan yang akan beribukota Kecamatan baru di Desa Sekijang, menjadi Aspirasi dan usulan dari Legislatif Kampar di 2021 ini.

"Berkas usulan pemekaran kecamatan Tapung Kanan juga sudah lengkap," tukas H. Syafrianto.

Ketua Panitia Pemekaran Kualo Tapung Datuk Nurbay Yus bersama Panitia yang sudah sejak 2017 bertungkus lumus bersama Ikatan Keluarga Sungai Tapung (IKST) memperjuangkan Pemekaran Kecamatan Kualo Tapung ini berharap Presiden Jokowi melalui Kepala Staf Khusus Presiden, Moeldoko nantinya dapat mengirimkan staf khusus untuk mencek kelambatan proses pemberkasan administrasi pemerintahan atas usulan Pemekaran Kecamatan Kualo Tapung ini di Setdakab Kampar, sehingga Oktober 2021 ini berkas dari Pemkab Kampar bisa masuk ke DPRD Kampar secara resmi dan lengkap yang mana Naskah Akademisnya sudah lengkap sejak akhir 2020 lalu.

Tokoh Muda Tapung lainnya, Muhammad Dinil Mustopa juga berharap banyak ke pihak Asisten I Setdakab Kampar untuk berfikir luas dan tidak terkotak memprioritaskan pemekaran ini.

"Dengan pemekaran Kecamatan baru ini Tapung ke depan akan lebih 'Merdeka' dari sisi ini akan membuka lapangan pekerjaan dan kesempatan berusaha dan terutama akan lebih mendekatkan pelayanan pendidikan, kesehatan dan penanganan Covid-19 ke depannya akan semakin efisien karena rentang kendali birokrasi semakin pendek," tandasnya. (rls)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini