Shin Tae Yong: Sistem Medis Indonesia Buruk

Redaksi Redaksi
Shin Tae Yong: Sistem Medis Indonesia Buruk
(CNN Indonesia/Titi Fajriyah)
hin Tae Yong memutuskan kembali ke Korea Selatan.

JAKARTA - Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae Yong menyebut sistem medis di Indonesia buruk saat menangani wabah virus corona atau Covid-19.

Tae Yong yang berhasil kembali ke Korea Selatan setelah sempat dilarang pihak PSSI, dinyatakan negatif corona setelah melakukan tes di Indonesia dan setibanya di Korea Selatan.

"Indonesia memiliki sistem medis yang sangat buruk. Saya ingin membantu masyarakat Indonesia. Saya senang pemerintah Korea dan perusahaan sudah mengirim alat tes dan bantuan ke Indonesia. Masyarakat Indonesia menyukai Korea, termasuk bintang K-Pop," ujar Tae Yong dikutip dari News Joins.

Tae Yong juga mengatakan pada awalnya kesadaran masyarakat Indonesia terhadap wabah virus corona juga masih rendah. Padahal Presiden Joko Widodo sudah mengumumkan kasus pertama virus corona di Indonesia pada 2 Maret 2020.

"Mungkin hanya 10 persen orang menggunakan masker di jalanan. Pada 14 Maret, pemerintah memerintahkan penghentian seluruh aktivitas Timnas Indonesia," ujar Tae Yong.

"Mengingat keselamatan tim pelatih, kami memutuskan kembali ke Korea. Awalnya PSSI keberatan, tapi awal bulan ini kami mengambil empat pekan liburan lebih dini karena jadwal sepak bola semua ditunda," ucap Shin Tae Yong.

Tae Yong juga menceritakan mengenai aktivitas sepak bola yang tetap bergulir beberapa pekan meski kasus virus corona sudah muncul di Indonesia sejak 2 Maret.

"Sebelum Covid-19 meledak [di Indonesia], 70.000 penonton berkumpul pada pertandingan pembukaan di Jakarta. Menpora juga menyaksikan latihan pertama Timnas Indonesia selama 3-4 jam," ujar Tae Yong.

Asisten Tae Yong di Timnas Indonesia, Gong Oh Kyun, sempat dinyatakan positif corona saat ingin terbang ke Korea Selatan. Oh Kyun kini sudah kembali ke Korea Seatan setelah pada tes kedua dinyatakan negatif. 

(CNNIndonesia.com)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini