Kaka masuk proyek Los Galacticos 2 Real Madrid. (DANI POZO / AFP)Namun Kaka akhirnya tidak pernah benar-benar tampil menggigit bersama Los Blancos. Tidak seperti Ronaldo yang langsung meroket sebagai mesin gol Barcelona, harapan melihat Kaka sebagai jenderal permainan Real Madrid dihalangi oleh cedera parah yang beberapa kali menerpa Kaka.
Kaka tidak bahagia di Real Madrid. Ia menghabiskan tahun-tahun emasnya sebagai pesepakbola dengan catatan performa yang menurun.
Kaka Pergi Tanda Awal Milan Meredup Sebagai Raksasa Eropa
Adriano Galliani mengaku penjualan Kaka adalah demi motif keseimbangan finansial. Keputusan ini diprotes oleh Paolo Maldini yang baru saja pensiun di musim tersebut. Maldini menganggap aneh langkah Milan menjual Kaka yang tidak pernah mengutarakan niat hengkang.
Salah satu keberanian Milan menjual Kaka bisa jadi lantaran mereka memiliki Ronaldinho di skuat saat itu, plus masih ada Clarence Seedorf, Andrea Pirlo, dan Gennaro Gattuso. Namun Ronaldinho di Milan adalah Ronaldinho yang sudah melewati performa puncak sehingga tak bisa diharapkan jadi motor permainan tim.
Selepas kepergian Kaka, Milan memang sempat jadi juara Serie A di musim 2010/2011 namun mereka kesulitan untuk bersaing dan berbicara banyak di Eropa.
Milan juga makin meninggalkan identitas sebagai klub besar yang bisa dengan mudah membeli pemain-pemain bintang di seluruh penjuru dunia. Sejumlah bintang memang datang, namun biasanya mereka berlabel gagal atau bermasalah di klub sebelumnya seperti Zlatan Ibrahimovic yang tak cocok dengan Barcelona, hingga Mario Balotelli dan Fernando Torres.

Kaka sempat kembali ke AC Milan namun magisnya sudah hilang. (Olivier MORIN / AFP)Pemain-pemain bintang seangkatan Kaka seperti Andrea Pirlo juga tak dipertahankan Milan dan jadi salah satu blunder terbesar dengan membiarkan pergi ke Juventus yang akhirnya memulai dominasi. Sedangkan beberapa pemain lain seperti Gattuso dan Alessandro Nesta akhirnya pensiun.
Kaka akhirnya kembali ke Milan di 2013 namun sihirnya seolah sudah sirna. Magis Kaka benar-benar tak lagi bisa membangkitkan kekuatan Milan ke level terbaik yang pernah dicapai bersama Kaka beberapa tahun sebelumnya.
Hal itu juga disebabkan ia tak lagi dikelilingi rekan-rekan hebat yang pernah ia miliki di sisinya. Kaka akhirnya hanya bertahan satu musim di Milan sebelum akhirnya memutuskan hijrah ke MLS.
Sedangkan Milan yang ditinggalkan, makin lama makin terjerembab dengan deretan pemain-pemain kelas dua yang sulit dipercaya bisa membela Milan bila Rossoneri menerapkan kualitas ketat didukung finansial kuat seperti dekade sebelumnya.
Selamat ulang tahun, Kaka!
(CNNINdonesia.com)
Tag: