Badminton masih jadi andalan Indonesia meraih emas di Olimpiade 2020. (STR / AFP)Okto menyebut badminton masih menjadi andalan Indonesia dalam meraih emas di Olimpiade 2020. Selain itu, ada juga angkat besi yang rajin menyumbang medali di pesta olahraga terbesar di dunia tersebut.
"Saya kira bulutangkis dan angkat besi masih menjanjikan untuk medali. Firasat saya sebagai Ketua NOC bakal banyak kejutan di Tokyo nanti. Panahan dan menembak juga bisa kasih medali," tutur Okto kepada CNNIndonesia.com.
Selain target medali, NOC juga ingin kontingen Indonesia mengirimkan jumlah atlet yang lebih banyak di Olimpiade 2020 dibanding Olimpiade sebelumnya.
"Momentum tertinggi kita itu [mengirimkan atlet ke Olimpiade] tahun 2000 di Sydney. Saat itu kita mengirimkan sampai 47 atlet. Setelah itu 38 atlet di Beijing, 24 atlet di Athena, 22 atlet di London dan 28 atlet di Rio de Janeiro," kata Okto.
"Jadi harapannya bisa lebih banyak dari di Rio de Janeiro yang lolosnya. Karena kan ini cabor kelompok besar masih kualifikasi," jelas Okto.
Sampai akhir 2019 baru enam atlet yang dipastikan lolos ke Olimpiade 2020. Keenam atlet itu adalah Lalu Muhammad Zohri (atletik 100 meter), atlet cabor panahan dari nomor recurve putra dan putri, Vidya Rafika (menembak 10 meter air rifle putri), serta Eko Yuli Irawan dan Windy Cantika Aisyah dari angkat besi.
Selanjutnya masih ada 74 atlet dari 16 cabang olahraga yang masih mengikuti kualifikasi dan prakualifikasi sampai April 2020. Cabor karate, bola voli, panjat tebing, selancar, dan skateboard disebut bisa jadi kejutan lolos ke Olimpiade 2020.
(cnnindonesia.com)