Dari Air Molek 1, Polsek Pasir Penyu Gesa Program Taman Jagung Satu Desa Dua Hektar

Redaksi Redaksi
Dari Air Molek 1, Polsek Pasir Penyu Gesa Program Taman Jagung Satu Desa Dua Hektar
Kapolsek Pasir Penyu, Kompol Jufri, SH serta jajaran turun ke ladang melaksanakan Program Taman Jagung Satu Desa Dua Hektar.(Foto: Yudi)

INHU - Pagi itu, di tengah hamparan tanah Kampung Sunda, Dusun Pasir Kelubi, semangat gotong royong tampak hidup. Di balik cangkul dan benih jagung, tersimpan sebuah pesan kuat: ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab petani, tetapi juga tanggung jawab bersama, Selasa (5/8/2025).

Polsek Pasir Penyu memulai langkah baru dalam mendukung program nasional ketahanan pangan. Dengan menggandeng Kelompok Tani Karya Makmur, mereka melaksanakan penanaman perdana jagung pipil di atas lahan seluas 3.000 meter persegi. Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif “Satu Desa Dua Hektare”, sebuah program ambisius berbasis komunitas yang diinisiasi Polsek Pasir Penyu.

Tak hanya menghadirkan bibit jagung, kegiatan ini juga menghadirkan nilai: sinergi antara aparat keamanan, petani, dan masyarakat. Di bawah arahan Kapolsek Pasir Penyu, Kompol Jufri, SH, seluruh jajaran turun ke ladang. Mulai dari Kanit Binmas AKP Syafril, SH, Kanit Lantas IPTU Victor S.P., Bhayangkari, hingga Ketua Kelompok Tani Acun Basuni semua membaur dalam semangat yang sama.

“Saat ini baru 3.000 meter persegi yang ditanami, tapi target kita adalah dua hektare. Bukan hanya di Air Molek, tapi juga di kecamatan lain seperti Sungai Lala,” kata KOMPOL Jufri saat menyerahkan 5 kg bibit jagung varietas Bisi-2 secara simbolis.

Lubang demi lubang ditanami dengan pola 60x60 cm. Dalam keheningan yang diselingi tawa kecil dan semangat kerja sama, tangan-tangan itu seakan sedang menanam lebih dari sekadar jagung. Mereka sedang menanam harapan.

Kapolsek dan Ketua Kelompok Tani memberikan testimoni usai menanam. Bagi mereka, kegiatan ini bukan hanya seremoni. Ini adalah wujud nyata dari kerja bersama: aparat keamanan menjaga bukan hanya stabilitas, tapi juga perut rakyat.

“Program ini bukan milik polisi semata. Ini milik masyarakat. Kami hanya membantu membuka jalan,” ungkap Kompol Jufri.

Ia berharap semangat ini menular ke desa-desa lain. Ia percaya, kolaborasi yang kuat dapat menciptakan ketahanan pangan yang berkelanjutan. Dari ladang yang sederhana di Kampung Sunda, ia ingin menggerakkan seluruh kecamatan untuk ikut menanam, ikut menjaga, dan ikut menuai masa depan.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Karya Makmur, Acun Basuni, mengaku terharu. “Kami merasa diperhatikan. Ini bentuk nyata kepedulian dari Polsek. Kami jadi semakin semangat menggarap lahan,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan kebersamaan yang hangat. Tak ada sekat antara petani dan polisi. Foto bersama, makan siang sederhana di ladang, dan tawa menjadi penanda bahwa hari itu bukan sekadar menanam, tapi membangun ikatan sosial yang tulus.

Dan di atas tanah Kampung Sunda, biji-biji jagung itu pun mulai bersiap tumbuh — seperti harapan-harapan yang diam-diam ikut disemai di dalamnya. (Yudi)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini