Tahun 2016 Rohul Bakal Jadi Sumber Energi Listrik di Sumatera

Redaksi Redaksi
Tahun 2016 Rohul Bakal Jadi Sumber Energi Listrik di Sumatera
yahya
Gardu Induk (GI), Dusun Pasir Jambu, Desa Rambah Tengah Hilir (RTH), Kecamatan Rambah
PS.PANGARAIAN, riaueditor.com - Bupati Rokan Hulu (Rohul), Achmad MSi mengatakan tahun 2016 Pemda tidak hanya menuntaskan kebutuhan energi untuk masyarakatnya, tapi bakal menjadi sumber energi di Pulau Sumatera. Sebab pemanfataan potensi akan dimaksimalkan, baik itu Sumber Daya Alam (SDA) maupun potensi lainnya.

Hal ini disampaikan Bupati Rohul di Gardu Induk (GI), Dusun Pasir Jambu, Desa Rambah Tengah Hilir (RTH), Kecamatan Rambah, Selasa (26/5) kemarin. Dalam kunjungan itu, tampak Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Rohul, Yusmar Yusuf Kepala Rayon PLN Pasir Pangaraian, Juloko Saragih, Kabag Humas Setdakab Rohul, Suharman Nasution, Kabid Energi Rohul Arkom,  staf PLN Royon Pasir Pangaraian dan staf Distamben Rohul dan lainnya.

Dikatakan Bupati, dengan adanya GI untuk menstabilisasi energi listrik untuk didistribusikan kepada masyarakat.  "Sekarang ini sesuai data bulan Maret 2015 sekitar 58 persen sudah menikmati listrik, sisanya akan tuntas tahun 2016 mendatang," jelasnya.

Menurut Achamad, selain adanya GI, Rohul punya potensi alam sekitar 2 x 40 Mega What untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), Sungai Rokan di Lompatan Rokan Timur, Kecamatan Rokan IV Koto, ditambah  10 Mega What Pembangkit Listrik Tenga Biogas(PLTGb) dari energi terbarukan limbah Pabrik Kelapa Sawit (PKS).

" Untuk tahun ini pihak swasta sudah siap mengucurkan anggaran sekitar Rp300 Miliar untuk pembangunanya. Kita juga setiap tahun terus mendapat dana APBN untuk program Listrik Perdesaan (Lisdes). Jadi tahun 2016 kita harapkan tidak ada lagi persoalan listrik di Negeri Seribu Suluk," bebernya.

Saat ditanya, apa kebijakan Pemkab Rohul terkait pembangunan tower, dari Koto Panjang sampai ke GI di Dusun Pasir Jambau, Desa RTH, sebab masyarakat beranggapan kalau tower PLN sama dengan membangun tower telkom ganti ruginya. Achmad berjanji akan mensoosialisasikan secepatnya kepada masyarakat, efek dari energi listrik sangat luar biasa dengan ada listrik. Masyarakat bisa cerdas, karena akses informasi akan cepat, tumbuh home industri, usaha-usaha ekonomi kreatif akan hidup, kriminal akan berkurang.

" Jadi masyarakat harus melihat jauh kedepan, manfaatnya banyak potensi yang tumbuh jika listrik sudah aman, dari gelap gulita, kemajuan-kemajuan baru akan muncul jika listrik sudah tersedia dengan baik," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Rayon PLN Pasir Pangaraian, Juloko Saragih mengatakan GI itu untuk menurunkan Tegangan Tinggi (TT)  dari 150 Volt menjadi 20 ribu Volt ini yang akan didistribusikan Keseluruh masyarakat Rohul sampai ke pedesaan, kini totalRasio eletirifaksi (RE) sekitar 58,50 persen.

"Info dari Kepala Prorin Provinsi Riau ada 450 titik dari Koto Panjang Kabupaten Kampar sampai ke GI Desa RTH, Kecamatan Rambah-Rohul yang baru pembebasan dan kondisinya lahannya aman baru 31 titik, kendalanya ada kesalah fahaman masyarakat. Kalau bangun tower ini sama dengan membangun tower telkom, kemudian ada lahan-lahan yang berdampingan dengan lokasi energi Minyak Bumi (Migas) dan perkotaan, jika pembebasan lahan ini tuntas semuanya pasti sudah redy," paparnya.

Kadistamben Rohul juga mengungkap sesuai data elektrifikasi Rohul, pada Bulan Maret 2015,  jumlah Kepala Kelurga (KK) yang menikamti listrik 145,260, (Data Disdukcapil Rohul) sedangkan Pelangan PLN, 64,908, Non PLN 19,929 Jumlah 84,837, dengan persentase 58,50.

"Kita lihat komitmen Bupati Rohul dalam menuntaskan persoalan ini, kitapun sangat termotiovasi, kita berharap kedepannya, semua bisa berjalan dengan efektif, sehingga program-program dapat dinikmati masyarakat," pungkasnya. (yahya)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini