Kaum Muda Dihadapkan Pada Masalah Sosial dan Kebangsaan

Redaksi Redaksi
Kaum Muda Dihadapkan Pada Masalah Sosial dan Kebangsaan
Bupati Siak, Drs H Syamsuar MSi
SIAK, riaueditor.com - Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi menyebutkan, kaum muda dewasa ini dihadapkan pada dua masalah besar. Pertama, masalah sosial sedangkan yang kedua adalah masalah kebangsaan.

Untuk masalah sosial, kawula muda dihadapkan dengan maraknya penggunaan NAPZA dan obat terlarang, pergaulan bebas yang berakibat tingginya hubungan seksual pra-nikah  termasuk kekerasan dan kriminalitas.

Demikian disampaikan Bupati Siak Symasuar pada acara Kepramukaandi Bumi Perkemahan Buang Asmra Kabupaten Siak, Minggu (4/10).

Dikatakan, masalah kedua bagi kawula muda adalah kebangsaan. Kebangsaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) mencakup rendahnya solidaritas sosial, semangat berkebangsaan rendah.

"Semangat persatuan dan kesatuan rendah berdampak pada rendahnya semangat bela negara, dan ancaman disintegrasi bangsa," ucap Bupati.

Ia mengatakan, tantangan yang dihadapi kaum muda semaki hari menjadi semakin besar dan kompleks. Masalah ekonomi, sosial, budaya dan politik yang berlangsung di negeri ini akan mempengaruhi perubahan prilaku dan gaya hidup kaum muda.

"Masih banyak kaum muda yang mengalami putus sekolah karena berbagai hal. Terbatasnya keterampilan yang dimiliki, sulitnya mendapatkan pekerjaan, rendahnya rasa hormat kepada orang tua dan menganut paham sesat yang akhirnya menjurus pada prilaku buruk," kata Bupati.

Bupati mengatakan, kondisi ini sangat memperihatinkan untuk kepentingan bangsa dan negara pada di masa depan. Berbagai permasalahan yang dihadapi tersebut haruslah segera ditanggulangi.

"Ancaman ini tentu menjadi tanggungjawab bagi semua komponen bangsa termasuk bagi kawula muda. Hampir setiap orang bahkan peserta didik memiliki alat komunikasi berupa Handphone bahkan Smartphone," ujarnya.

Syamsuar menyebutkan, anak-anak yang lahir antara tahun 1990-an dan 2000-an, merupakan generasi Cyber. Online dalam waktu 24 jam dan berperan sebagai Citizen juornalisme, selalu up date dalam statusnya atau mengungkapkan hal-hal yang dilihat dan dirasakan saat ini (realtime) dalam media sosial (medsos).

Karena itu, ucap Syamsuar, bagi generasi muda harus dapat menangkap fenomena ini dalam era kebebasan berkomunikasi.

"Bila tidak dapat berperan sesuai keinginan kaum muda, maka lambat laun akan ditinggalkan oleh anggotanya," imbuh Bupati. (adi)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini