Forum Wartawan Kampar Taja Dialog Interaktif

"Sengketa Lahan dan Solusi Penyelesaiannya"
Redaksi Redaksi
Forum Wartawan Kampar Taja Dialog Interaktif
hasbi/riaueditor.com
BANGKINANG, riaueditor.com- Pengurus FWK (Forum Wartawan Kampar) menggelar Dialog Interaktif, dengan mengangkat tema "Sengketa Lahan dan Solusi Penyelesaiannya". Kegiatan ini di gelar di aula kantor Camat Kampar, Air Tiris, Jumat (30/5) pagi.

Ketua Panitia kegiatan Syailan Yusuf menyampaikan 100 orang yang hadir terdiri dari berbagai elemen masyarakat, seperti LSM, tokoh masyarakat, Ormas, OKP, wartawan, mahasiswa, pelajar dan Pemuda.

Dialog menghadirkan tiga nara sumber, yakni Khaidir Yahya Dt Paduko Ulak. (Kepala Bagian Hukum dan Humas Lembaga Adat Kampar), Nusyirwan (Kabid Usaha Perkebunan Dinas Perkebunan Kabupaten Kampar)  dan AKP Herfio Zaki (Kasat Reskrim Polres Kampar).

Turut hadir pada kesempatan tersebut Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kampar Aprizal, SE, Sekretaris FWK Hendrizal.

Sementara, Ketua FWK Abubakar,  menyampaikan bahwa FWK sebagai organisasi wartawan lokal sudah berdiri sejak 10 tahun. Selama 10 tahun ini sudah banyak kegiatan yang di buat oleh FWK seperti kegiatan sosial pembagian sembako di Kampar Utara, Salo XIII Koto Kampar.

Kemudian santunan anak yatim di Kecamatan Bangkinang. Di bidang pendidikan sudah melakukan pelatihan jurnalistik.

"Pada hari ini sengaja kita gelar dialog tentang sengketa lahan, karena kita tahu kasus sengketa lahan begitu banyak di Kampar, dengan adanya dialog ini, kita harapkan ada solusi konkrit untuk penyelesaian sengketa lahan," ujarnya.

Sekretaris Kecamatan Kampar Ali Sostroamijoyo saat membuka dialog menyampaikan bahwa ia bangga dengan FWK yang telah menggelar kegiatan ini. Apalagi dialog ini melibatkan banyak pihak. "Kita harapkan dialog ini menghasilkan solusi penyelesaian konflik lahan," harapnya.

Dari pantauan riaueditor.com, Perjalanan dialog interaktif ini hidup dan cukup hangat. Setelah ketiga narasumber memaparkan materinya, para peserta berlomba-lomba menyampaikan pertanyaan, saran dan tanggapan. Hanya saja karena keterbatasan waktu, mengingat  shalat Jumat, maka dialog terpaksa dibatasi.

Terlihat Adi Jondri (Wartawan), Aswandi (Pengacara), Anwar (Ketua LSM Serikat Rakyat Miskin Indonesia Kabupaten Kampar) silih berganti mengajukan pertanyaan, saran dan tanggapan.

Narasumber Khaidir Yahya Dt Paduko Ulak, mengupas tentang keberadaan tanah ulayat di Kabupaten Kampar. Dimana  tanah ulayat diakui keberadaannya  di Kabupaten Kampar.

Ia juga memaparkan apa saja yang dilakukan oleh Lembaga Adat Kabupaten Kampar selama ini terkait meredam sengketa lahan di Kabupaten Kampar dan apa saja upaya LAK dalam mempertahankan keberadaan tanah ulayat.

AKP Herfio Zaki banyak mengupas tentang penegakan hukum konflik tanah. Ada tiga macam bentuk konflik lahan di Kampar yakni, konflik masyarakat antar masyarakat, masyarakat dengan perusahaan dan konflik perusahaan dengan perusahaan.

Menurut Zaki ada beberapa faktor penyebab konflik diantaranya, Faktor ekonomi,  tumpang tindih kepemilikan lahan, sumber daya alam  (lahan) yang  terbatas sementara jumlah orang semakin  bertambah, Prilaku Oknum yang tak bertanggungjawab, seperti mengeluarkan beberapa kali surat dengan objek yang sama, kemudian tumpang tindih peraturan. Solusi penyelesaian ada dua yakni melalui penegakan hukum dan musyawarah mufakat.(Ha)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini