Wabup Siak Hadiri Perkemahan Kebudayaan Nasional 2014

Redaksi Redaksi
Wabup Siak Hadiri Perkemahan Kebudayaan Nasional 2014
SIAK, riaueditor.com- Wakil Bupati Siak Drs. H. Alfedri, M.Si selaku Kakwarcab Gerakan Pramuka Siak menghadiri pembukaan Perkemahan Kebudayaan Nasional Tahun 2014 (28/4) di Kawasan Wisata Balai Kambang, Manahan Surakarta, Jawa Tengah. Wabup didampingi Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak Drs H Kadri Yafis, M.Pd, Sekretaris Kwarcab Siak Mahadar dan sejumlah pengurus kwartir cabang gerakan pramuka Siak lainnya.

Ada pun kehadiran Kakwarcab Siak beserta pengurus dalam acara Perkemahan Budaya Nasional di Surakarta ini, intinya untuk melihat secara langsung jalannya acara pembukaan perkemahan kebudayaan Nasional Tahun 2014.

Menurut Wabub, tahun 2015 mendatang Perkemahan Budaya Nasional akan dilaksanakan di kabupaten Siak. pihaknya telah melakukan kunjungan ke kantor Kemendikbud Jakarta beberapa waktu lalu. Terkait akan hal ini, Kabupaten Siak siap untuk melaksanakan KBN tahun 2015 mendatang.

Untuk masalah anggaran KBN akan ditanggung oleh pihak Kemendikbud melalui dana APBN dan Kabupaten Siak hanya membantu dari segi transportasi.

Untuk itu, kata Wabup, pihaknya akan melakukan pembenahan sarana dan prasarana di lokasi Bumi Perkemahan Tengku Buang Asmara sebagai lokasi KBN 2015. Selanjutnya, nanti tanggal 21 Mei mendatang di Siak akan digelar uji coba kemah budaya khusus untuk Kabupaten Siak saja. "Insaallah akan dihadiri oleh ibu Wamen dan Direktur Kebudayaan Kemendikbud," kata Wabup Alfedri.

Tujuan diadakannya Kemah Budaya Nasional adalah sebagai proses persemaian budaya kepada Pramuka dalam upaya menanamkan wawasan kebangsaan, membekali pengetahuan pada Pramuka untuk mengedepankan hidup damai dalam budaya yang beragam, menumbuh kembangkan karakter dan jatidiri yang baik kepada Pramuka.

Pada kesempatan itu, Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Kebudayaan, Dr. Wiendu Nuryanti mengatakan, Terampil Berbudaya, Peduli dan Mandiri yang menjadi tema Kemah Budaya Nasional kali ini memiliki makna bahwa adanya generasi muda Indonesia yang berkarakter, berbudaya dan beradab merupakan pondasi dan kekuatan yang kuat untuk memperkokoh negara Indonesia.

"Sudah menjadi takdir dan karakter bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk, memiliki keragaman suku bangsa, budaya dan adat istiadat. Meskipun demikian kesejarahan kita telah membuktikan mampu hidup rukun dan damai," kata Alfedri.(adi)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini