Sanggar Bathin Galang Daftarkan Pencapaian Rekor Muri

Redaksi Redaksi
Sanggar Bathin Galang Daftarkan Pencapaian Rekor Muri
azw
Olahraga tradisional lari atas tual sagu
SELATPANJANG, riaueditor.com - Sanggar Bathin Galang Desa Bokor Kecamatan Rangsang Barat Kepulauan Meranti akan mendaftarkan olahraganya agar bisa memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI). Olahraga yang ditonjolkan untuk pencapaian MURI nanti adalah olahraga tradisional lari atas tual sagu. Jaluan pacuan yang batang sagu pun disiapkan sepanjang 500 meter.

Hal ini diakui Ketua Sanggar Bathin Galang, Sopandi S Sos mengaku olahraga tradisional ini satu-satunya tradisi unik yang ada di dunia. Lomba lari atas tual sagu itu pertama kali di gelar pada ivent level Internasional bernama Fiesta Bokor Riviera tahun 2011 lalu.

" Lari atas tual sagu itu berasal dari aktivitas masyarakat dalam menghitung tual sagu yang akan dibawa ke kilang pengolahan," kata Sopandi, Selasa (23/6)

Menurut Sopandi, untuk memecahkan rekor MURI ini,  pihaknya telah mempersiapkan segala sesuatunya seperti menyiapkan deretal tual sagu sepanjang 500 meter. Selain itu pihaknya juga sudah berkonsultasi dan berkoordinasi ke pihak Museum Rekor Indonesia, dengan mengirim data dan video tentang lari diatas tual sagu itu.

" Alhamdulillah mereka merespon dengan positif dan tinggal menunggu mereka untuk datang ke Desa Bokor. Juga sudah disepakati akan membuat badan hukum untuk mematenkan Lomba Lari di Atas Tual Sagu ke tingkat pusat," tambah Sopandi.

Bahkan, Badan Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) yang menaungi wilayah Riau, Kepri, Jambi dan Bangka Belitung di Tanjung Pinang, mengusulkan tradisi dan budaya asli kabupaten Meranti ini menjadi cagar budaya nasional ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dengan demikian, tradisi Lomba Lari Di Atas Tual Sagu ini akan lebih dikenal di seluruh Nusantara dan diakui sebagai warisan budaya Nasional.

" Jangan sampai diambil orang lain. Suatu saat lari atas tual sagu ini akan akan menjadi brand dan ikon Kepulauan Meranti yang mengimplentasikan tradisi budaya masyarakat setempat," bebernya.(azw)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini