Pembangunan Kembali Istana Sayap Dianggarkan Rp25 M

Desain Bangunan Diminta Berkoordinasi dengan Tenas Effendy
Redaksi Redaksi
Pembangunan Kembali Istana Sayap Dianggarkan Rp25 M
Bangunan Istana Sayap Pelalawan yang terbakar hebat pada Minggu malam dua tahun silam.
PELALAWAN, riaueditor.com - Pasca kebakaran hebat yang menghanguskan Istana Sayap yang terbuat dari kayu yang diklaim bernilai milyaran rupiah di Kelurahan Pelalawan Kecamatan Pelalawan dua tahun silam tepatnya 19 Februari 2012, pada tahun 2014 ini Istana Sayap akan kembali dimulai pembangunanya untuk 3 tahun pagu sebesar Rp25 Miliar.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pelalawan Syahrul kepada media ini Ahad (9/2) membenarkan pembangunan kembali Istana Sayap pada tahun 2014 ini. Dimana pembangunan rencananya direalisasikan untuk 3 tahun.

"Itukan rencana realisasi, namun semakin cepat tentunya semakin baik. Karena pembangunan kembali Istana Sayap ini termasuk proyek Multi years. Saat ini Dinas PU sedang persiapan lelang. Selain itu juga saat ini Kita sedang melakukan koordinasi dengan pihak-pihak yang berkompeten seperti tokoh adat, keluarga kerajaan, tokoh masyarakat dan lain-lainnya soal desain pembangunan Istana Sayap." Terangnya.

Kadis PU Pelalawan Hasan Tua tidak dapat dihubungi, kedua nomor selulernya tidak terdengar nada sambung.

Sementara, ketua Lembaga Kerapatan Adat Melayu (LKAM) Pelalawan Ir H T Edy Sably mengatakan pihaknya bersama komponen pemangku adat di Pelalawan pada tahun lalu sudah berkoordinasi dengan Pemda soal 2 hal yakni material pembangunan Istana yang dari kayu menjadi batu dan beton. Selanjutnya soal ketinggian Istana agar tidak tergenang saat banjir menimpa Kelurahan Pelalawan.

"Soal desain pembangunan Istana Sayap agar berkoordinasi dengan sesepuh adat yakni Bapak Tenas Effendy. Karena beliaulah yang mendesain awal bangunan Istana Sayap dan beliau punya gambarnya," ungkap Edy Sably.

Hal senada juga diungkapkan Pewaris Sultan Pelalawan HT Kashar Haroen yang menyatakan agar pembangunan kembali Istana Sayap ini dilakukan dengan sempurna. Artinya dari material bangunan harus terjamin dan kokoh begitu juga soal ketinggian bangunan perlu diperhatikan mengingat daerah tersebut merupakan daerah banjir.

"Kalau tidak dibangun sekarang ya tidak usah sama sekali karena ini sudah terlalu lama. Kita terlalu disibukkan dengan Bono sehingga Istana Sayap dan pengembangan tempat wisata yang lain seperti Danau Betung, Equator, pemandian air panas seolah-olah terabaikan," ujarnya.

Dilanjutkan Kashar, Pemda melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan juga diminta untuk mengumpulkan duplikat-duplikat barang-barang Istana yang terbakar.

"Duplikasi barang segera mulai dilakukan. Aneh kalau nanti bangunan ada tapi isinya kosong. Ini soal sejarah jadi duplikat-duplikat barang kerajaan seperti keris, lambang-lambang kerajaan, tombak dan lain sebagainya segera dibuat dan dikumpulkan," Pungkasnya.(JUL)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini