Pelangi Negeri Junjungan Ditutup dengan Pegelaran Wayang Semalam Suntuk

Redaksi Redaksi
Pelangi Negeri Junjungan Ditutup dengan Pegelaran Wayang Semalam Suntuk
der/riaueditor.com
Dalang Cilik Aditya, Mashuri, SH, Kapolres Bengkalis, Agustinus, tokoh Jawa dan Suyatno.
BENGKALIS, riaueditor.com - Panggung hiburan Pelangi Negeri Junjungan yang ditaja Pemkab Bengkalis ditutup pada Rabu malam (10/8) dengan menampilkan seni budaya dari Paguyuban Jawa.

"Alhamdulillah, malam Pelangi Negeri Junjungan memperingati hari jadi ke-504 Bengkalis berjalan dengan lancar. Terima kasih kepada sebelas paguyuban yang telah mempersembahkan seni budaya masing-masing sehingga masyarakat Bengkalis menjadi kaya dengan berbagai khasanah budaya bangsa," ungkap Kabid Budaya Disbudparpora Bengkalis, Drs Baharuddin pada insan pers.

Baharuddin mengatakan, malam terakhir yang diisi Paguyuban Jawa ini ditutup dengan pagelaran wayang semalam suntuk. Sekitar seribuan penonton yang memadati Lapangan Tugu Bengkalis dihibur oleh Dalang Cilik Aditya Saputra Gondo Darsono siswa kelas VIII SMPN 1 Bengkalis mengangkat cerita berjudul Pandowo Bangun Negeri Junjungan selama beberapa jam, berakhir pukul 04.00 WIB Kamis 11 Agustus.

Dalang Cilik Aditya dengan beberapa prestasi tingkat nasional ini tercatat sebagai penerima penghargaan dari Dinas Kebudayaan Pariwisata Kota Semarang sebagai juara umum festival dalang bocah Tingkat Nasional tanggal 30 April 2016.

"Lapor Pak Sekda. Saat ini Bengkalis krisis gamelan, jadi mohon bantuannya. Laporan selesai," kata Aditya yang mulai main wayang berusia 5 tahun dalam lakon yang dimainkannya.

"Semoga anak-anak Jawa yang ada di Kabupaten Bengkalis termotivasi untuk mempelajari wayang sejak dini karena wayang sarat dengan filosofis yang berguna dalam mengarungi kehidupan," tambah Baharuddin.

Sesepuh dan Penasehat Paguyuban Masyarakat Jawa Bengkalis, Sugiyatmo menuturkan masyarakat suku Jawa yang tinggal di bumi Melayu Bengkalis berniat ikut serta membangun Negeri Junjungan yang tercinta.

"Kesenian wayang ini memang kesenian Jawa tapi bukan milik orang Jawa saja sebab sejak tanggal 7 November 2003 lalu wayang kulit telah diakui sebagai seni budaya warisan dunia oleh UNESCO," terang Sugiyatmo warga Meskom Bengkalis.

Sugiyatmo sangat menaruh harapan kepada Pemerintah Kabupaten Bengkalis agar beragam budaya di Bengkalis ini dapat dilestarikan.(Der)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini