Setahun Berpulangnya Tenas Effendy,

LAM Riau Taja Syarahan Kepemimpinan Melayu

Redaksi Redaksi
LAM Riau Taja Syarahan Kepemimpinan Melayu
afi
LAM Riau Taja Syarahan Kepemimpinan Melayu
PEKANBARU, riaueditor.com - Mengenang setahun berpulangnya Budayawan Riau, Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) menaja syarahan atau kuliah umum bertema Kepemimpinan Melayu, Selasa (15/3). Syarahan yang digelar di Auditorium Ismail Suko Perpustakaan Soeman HS Jalan Sudirman Pekanbari ini, membahas krisis kepemimpinan yang terjadi saat ini serta solusinya.

Syarahan diisi oleh tokoh masyarakat dan penulis drh. Chaidir, MM dan Ketua Dewan Pimpinan Harian LAM Riau, Dr. Al Azhar, MA,  Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) Provinsi Riau, Yoserizal Zen dengan moderator Elmustian Rahman. Turut hadir puluhan mahasiswa beserta beberapa dosen dari berbagai Perguruan Tinggi.

Dalam menyampaikan Syarahannya, drh. Chaidir mengutarakan berbagai permasalahan kompleks, di antaranya krisis budaya, moral dan juga krisis kepemimpinan.Kepemimpinan berdasarkan perspektif Melayu yang disebutkan Chaidir, yakni megacu pada tunjuk ajar tokoh adat Riau dan sang budayawan, Tenas Effendy.

Seorang pemimpin, menurut mantan Ketua DPRD Riau ini diibaratkan sebagai sebuah pohon rindang dan kokoh yang bisa digunakan untuk tempat berteduh dan berlindung bagi rakyatnya.

"Sesungguhnya tidak pernah ada negeri yang terbelakang, melainkan negeri yang salah urus," kata Chaidir mengutip Peter Drucker yang dikenal sebagai Bapak Manajemen Modern.

Bagi Chaidir, tidaklah menjadi masalah ketika seorang pemimpin di Riau itu bukanlah dari rumpun Melayu, namun ia hendaknya memiliki sikap perilaku sebagai Melayu. "Ini lebih baik daripada pemimpin Melayu, namun tidak memiliki sikap sebagai Melayu," sebutnya.

Sementara itu, Ketua DPH LAM Riau, Dr. Al Azhar, MA, lebih banyak menuturkan tentang warisan perilaku dan tauladan dari seorang Tennas Effendy. Di hadapan puluhan mahasiswa yang hadir, hendaknya orang Melayu Riau merenungkan apa-apa yang telah dicontohkan Tennas Effendy.

Berbagai buku yang ditulis oleh Tennas Effendy, sebut Al Azhar dapat dijadikan sebagai acuan berperilaku dan panutan dalam berkehidupan Melayu. Banyak filosofi Tennas yang seharusnya dapat menjadi panduan sebagai orang Melayu.(afi)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini