Kelompok Pariwisata Desa Kota Lama Diduga Tilap Dana PNPM Mandiri Pariwisata

Redaksi Redaksi
Kelompok Pariwisata Desa Kota Lama Diduga Tilap Dana PNPM Mandiri Pariwisata
ist.net
RENGAT, riaueditor.com- Kelompok Pariwisata Desa Kota Lama Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu (9/5) diduga telah menilap Dana PNPM Pariwisata 2013 Desa Kota Lama sebesar Rp.100 juta, hal ini sehubungan dengan akan berakhirnya Tahun Anggaran 2013, dimana dana tersebut tidak digunakan sebagaimana mestinya.

Seyogyanya dana tersebut digunakan untuk pembelian permainan Bebek Dayung, Odong-odong dan perahu viber bermesin sebagai sarana bermain dan sarana transportasi di objek wisata Danau Meduyan, namun hingga saat ini barang tersebut tidak diketahui diamana rimbanya.

Kepala Desa (Kades) Kota lama ketika dihubungi melalui selulernya menyatakan bahwa barang-barang tersebut sudah dipesan namun sejauh ini belum selesai dikerjakan, sementara dananya sudah dicairkan untuk membayar pesanan tersebut, katanya.

"Kita sudah pesan barang-barang tersebut di Pekan Baru, uangnya pun sudah kita bayarkan, namun hingga saat ini barang-barang tersebut belum juga selesai," ujarnya.

Sementara, Dedi, selaku Pelaksana kegiatan tersebut ketika dijumpai di kantornya Jumat (9/5) menjelaskan bahwa dana kegiatan tersebut berasal dari APBN, yang merupakan program pengembangan wisata daerah dengan nama PNPM Mandiri Pariwisata.
Dana tersebut langsung masuk ke rekening kelompok pariwisata yang ada didesa kota lama. Sementara Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporabudsata) Inhu dalam hal ini hanya bertindak sebagai Penghubung saja, dan pengawasannya dilakukan oleh pihak konsultan dari pusat," katanya.

"Kita sudah sering mengingatkan kepada pihak Desa agar segera melaksanakan kegiatan tersebut, namun sejauh ini belum juga dilaksanakan, jika saja Dana tersebut ada pada kami maka tidak akan kita bayarkan," katanya lagi.

Karena Dananya langsung masuk ke kelompok pariwisata kita jadi sulit untuk memantau Dana tersebut, "kepada saya pihak desa mengatakan bahwa barang tersebut sudah dipesan di Bandung Jawa Barat, namun hingga saat ini belum juga ada," pungkasnya. (ali)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini