Kecewa, Ombak Bono Tak Masuk Destinasi Wisata Nasional 2015

Redaksi Redaksi
Kecewa, Ombak Bono Tak Masuk Destinasi Wisata Nasional 2015
zul
Peselancar mancanegara, sedang meliuk meniti gelombang bono, saat puncak festival Bekudo Bono, di Teluk Meranti.
PKL.KERINCI, riaueditor.com - Rasa kesal dan kecewa yang teramat kini melanda Kabupaten Pelalawan. Pasalnya, wisata gelombang Bono Teluk Meranti atau dikenal seventh gost tak masuk dalam daftar 15 daerah prioritas destinasi wisata nasional yang tertuang dalam Rencana Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, dalam Peraturan Presiden RI nomor 2 tahun 2015.

"Kita juga bertanya-tanya ada apa. Karena jauh hari kita selalu melakukan koordinasi dan komunikasi bersama Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Bappenas serta pihak terkait. Tiga bulan yang lalu juga melalui Bupati Pelalawan menyurati Kemenparekraf tak kunjung dibalas. Selanjutnya berkas dan dokumen dari dulu juga semua sudah lengkap. Besok Saya akan keJakarta akan menanyakan langsung ke Dierktur Minat khusus  Kemenparekraf RI terkait masalah ini," demikian diungkapkan Kepala Dinas Budaya Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Zulkifli kepada riaueditor.com, Rabu (13/5).

Menurut Zulkifli, terlebih lagi dua tahun berturut-turut Kebupaten Pelalawan mendapat penghargaan bergengsi tingkat Nasional.

"Pertama penghargaan Citra Award  tahun 2013 dimana Wisata Ombak Bono masuk 27 wisata terbaik di Indonesia. Kedua, penghargaan Cipta Pesona Award tahun 2014 Dimana Bono masuk 10 besar destinasi tebaru yang cepat dikenal seluruh Indonesia. Apakah ini juga tidak menjadi pertimbanan oleh Pusat," sebutnya dengan nada kesal.

Ditambahkannya, dari 15 destinasi wisata nasional tahun 2015 masuk Nias (Sumut), Toba (Sumut), Sabang (NAD), Raja Ampat (Papua Barat), Anambas (Kepri), Wakatobi (Sulteng), Toraja (Sulsel), Bunaken (Sulteng), Ijen-Baluran (Jatim), Flores (NTT), Mandeh (Sumbar), Tanjung Kelayang (Babel), Tanjung Puting (Kalteng), Bromo-Tengger-Semeru (Jatim), Lombok (NTB).

" Tak ada satupun dari Riau. Padahal Bono menjadi incaran wisatawan terutama sekali para surfer mancanegara. Kita kecewa Atas keputusan ini. Ini akan menjadi bahan untuk pertemuan kita besok di Jakarta bersama di Kememparekaf RI," tuturnya. (zul)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini