Jumlah Arus Mudik Imlek 2566 di Meranti Berkurang

Redaksi Redaksi
Jumlah Arus Mudik Imlek 2566 di Meranti Berkurang
img.net
SELATPANJANG, riaueditor.com- Sejak berlangsungnya perayaan tahun baru Imlek 2566, Selatpanjang mulai dipadati oleh warga tionghoa yang pulang kampung maupun pengunjung yang sekedar ingin merayakan imlek di kota sagu tersebut.

Begitu yang di katakan Kepala Administrasi Pelabuhan (Adpel) Ali Imran ketika dijumpai di ruanganya Senin (23/2). Arus penumpang yang masuk di pelabuhan Tanjung Harapan Selatpanjang lewat pelabuhan utama Kepulauan Meranti ini cukup ramai namun tidak seramai tahun lalu.

"Jika dibandingkan tahun lalu, perayaan imlek tahun ini agak berkurang jumlah penumpangnya," sebutnya.

Sebagian besar pemudik warga tionghoa ini menggunakan kapal ferry, seperti MV Batam Jet dan MV Dumai Ekspres, dari Batam, Kepulauan Riau maupun dari Bengkalis dan Dumai serta armada dari dan ke Pekanbaru.

Kepala Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Selatpanjang, Lukman saat dikonfirmasi, melalui selulernya menyampaikan, setidaknya hari ini ada sepuluh kapal ferry yang sengaja disiapkan untuk melayani arus mudik dari Batam ke Selatpanjang.

Diprediksi besok (hari ini.red) merupakan puncak arus mudik yang masuk lewat pelabuhan Tanjung Harapan.

"Besok (hari ini), pada perayaan hari ke-enam dijadwalkan akan disiapkan sekitar 15 armada dari Batam menuju Selatpanjang. Untuk jumlah pastinya kita belum bisa sampaikan. Tapi diperkirakan mencapai 3.000 lebih penumpang," jelas Lukman.

Salah seorang agen tiket kapal ferry, Yung, mengatakan penumpang yang datang jauh lebih banyak dari pada jumlah penumpang yang ingin meninggalkan Selatpanjang.

"Ramai yang datang, kalau untuk yang berangkat dari Selatpanjang, masih seperti biasa tidak ada kenaikan," ungkapnya saat dijumpai di Pelabuhan Tanjung Harapan.

Sekretaris Yayasan Sosial Umat Beragama Budha (YSUB) Kepulauan Meranti, Tjuan An SH, menyebutkan, berkaca pada tahun sebelumnya, arus puncak mudik Imlek ke Selatpanjang jatuh pada hari ini, Senin (23/2). Ia juga membeberkan, warga tionghoa yang datang tersebut merupakan warga Selatpanjang yang bekerja di luar, seperti Batam, Pekanbaru dan Jakarta. Selain itu juga ada sanak keluarga yang datang dari luar negeri, seperti Malaysia, Singapura dan Australia.

"Mereka keluarga kita yang merantau dan bekerja di luar daerah dan luar negeri. Sengaja pulang kampung untuk berkumpul bersama keluarga merayakan imlek," ujar Tjuan An.

Meski begitu, ujarnya, ramai juga pengunjung yang sengaja merayakan imlek di Selatpanjang. Karena ingin mengikuti berbagai ritual yang akan dilaksanakan besar-besaran di daerah ini. Adapun puncak perayaan imlek atau yang disebut Cue Lak, pada tanggal 24 Februari mendatang, bertepatan dengan hari kelahiran Dewa Cho Se Kong. Pada hari tersebut akan diadakan arak-arakan dua dewa lainnya, yakni Dewa Tian Tho Wan Shue dan Dewa Lie Looh Cia, dan singgah di 22 vihara yang ada di Selatpanjang untuk melaksanakan sembahyang.

"Ramai pengunjung yang datang ke sini untuk mengikuti pawai mengarak tiga dewa. Itu hari puncak perayaan imlek. Besok harinya, para keluarga dan pengunjung sudah akan mulai meninggalkan Selatpanjang," ujar Tjuan An.

Johan (31), salah seorang warga tionghoa yang baru tiba di Pelabuhan Tanjung Harapan, mengaku bersama istrinya akan merayakan imlek di kampung halamannya. Pengusaha yang kini bekerja di Singapura tersebut masuk melalui Kota Batam. "Saya pulang kampung, setahun sekali merayakan imlek di Selatpanjang," ujarnya singkat, saat berdesakan dengan penumpang lainnya.(azw)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini