CD Film Layar Lebar Cik Dayang Segera Beredar

Angkat Legenda Desa Kuala Tolam Pelalawan
Redaksi Redaksi
CD Film Layar Lebar Cik Dayang Segera Beredar

PANGKALANKERINCI,riaueditor.com - Film layar lebar Cik Dayang, satu-satunya film yang mengangkat budaya lokal Pelalawan siap beredar. Film berdurasi kurang lebih 2,5 jam ini mengangkat kisah nyata legenda kehidupan di desa Kuala Tolam, Kecamatan Pelalawan.

Film yang di sutradarai oleh  Hermanto dan produser  VJ Jhody di bawah bendera V Production ini, lokasi pengambilan gambarnya difokuskan di Desa Kuala Tolam.

Diungkapkan Vj Jhody, selaku produser film Cik Dayang, perintisan film ini sebenarnya sudah lama. Perancangan film ini memakan waktu selama setahun lebih, sedangkan untuk pengambilan gambar memakan waktu lebih dari tiga bulan.

Jhody menyebutkan, Film Cik Dayang ini sudah dipasarkan di Kabupaten Pelalawan dalam bentuk CD. Untuk satu keping CD dijual Rp 25 ribu.

"Film ini mengangkat kisah nyata legenda kehidupan sebuah keluarga Cik Dayang di Desa Kuala Tolam. Dalam film ini mengisahkan tentang kesetiaan Cik Dayang kepada suaminya," kata Jhody.

Berdasarkan legendanya, Cik Dayang adalah seorang perempuan yang setia. Begitu suaminya meninggal, Cik Dayang pun menyusul suaminya mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri.

Alkisah pada suatu masa, keluarga Cik Dayang ditinggal oleh suaminya untuk melakukan pekerjaan di daerah lain. Cik Dayang pun ditinggal sendiri di kampong. Dalam kesendiriannya itu, Cik Dayang digoda oleh saudagar kaya dari Koto Kampar.

Meski diiming-imingi harta benda, namun Cik Dayang tidak tergoda sedikit pun juga. Saudagar yang sudah terlanjur jatuh hati kepada Cik Dayang pun melakukan berbagai upaya, hingga sang saudagar menyebut-nyebut bahwa suami Cik Dayang telah meninggal dunia di rantau orang. Namun Cik Dayang tak sedikit pun tergoda, ia tetap mempertahankan kesetiaannya.

Suatu ketika, suami Cik Dayang pulang dari rantau. Ia melihat saudagar itu berada di depan rumah Cik Dayang. Singkat cerita, pertemuan kedua lelaki ini berubah menjadi perkelahian hebat.

Dalam perkelahian yang memakan waktu hingga tiga hari itu, kedua lelaki ini menghembuskan nafasnya. Cik Dayang yang masih memegang teguh kesetiaan pada suaminya pun ikut mengkhiri hidup dengan cara bunuh diri.

Yang menarik, ketiga anak manusia tersebut dikubur dalam satu liang. Bahkan kuburan mereka saat ini masih tetap ada, meskipun tak terawat.(jul)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini