Ramadhan, Warung Makan di Meranti Agar Dibuka Lebar-lebar

Redaksi Redaksi
Ramadhan, Warung Makan di Meranti Agar Dibuka Lebar-lebar
img.net
SELATPANJANG, riaueditor.com- Bupati kepulauan meranti Drs Irwan Msi menyarankan warung makan, kedai kopi atau restoran tetap dibuka lebar-lebar selama Puasa. "Pintu warung, kedai kopi atau restoran tidak perlu ditutup sebagian pada siang hari, atau ditutupi kain selama Puasa, buka saja lebar-lebar," kata bupati saat ditemui menghadiri rakor persiapan Pilpres.

Bupati mengatakan, warung kopi atau restoran tetap dibuka lebar-lebar bertujuan untuk menguji umat Islam agar benar-benar menunaikan ibadah Puasa dengan ikhlas karena Allah SWT, bukan karena orang lain.

"Kedai kopi yang pintunya dibuka sebagian atau ditutup kain hanya memberi ruang bagi mereka, di rumah mereka mengaku berpuasa, tapi diluar duduk-duduk sambil minum kopi di warung makan, dan tidak perlu kita kucing kucingan dengan mereka yang tidak berpuasa, lagipun kalau ditutup sama saja kita menutup rezeki orang lain untuk berjualan," ungkap bupati.

Menurutnya Ibadah puasa sebagaimana diperintahkan Allah SWT dalam kitab suci Al Quran hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang beriman yang tidak akan tergoda dengan terbuka lebarnya pintu-pintu warung makan.

"Ibadah puasa merupakan ibadah yang langsung berhubungan dengan Allah SWT. Jadi, hanya Allah yang tahu bahwa seseorang itu berpuasa atau tidak," ujar Bupati menambahkan.

Bagi umat Islam yang tidak berpuasa, kata dia lagi, silakan makan di warung atau rumah makan atau minum kopi di kedai kopi karena ibadah puasa tidak ada berkaitan dengan orang lain, tetapi  dengan niat karena allah SWT.

Hal senada juga diungkap kan ketua MUI kabupaten kepulauan meranti H. Nizam Munadi mengatakan warung makan, atau kedai kopi tidak perlu menutup pintunya sebagian pada siang hari selama bulan Ramadhan. MUI menghimbau kepada kaum non muslim yang tidak berpuasa tetap menghormati ibadah umat muslim.

"Jangan sungkan untuk tetap berjualan. Tidak perlu pula ditutup sebagian. Buka saja, biar malu mereka yang tidak berpuasa, kan kelihatan siapa-siapa saja yang nongkrong di kedai kopi jika pintunya dibuka lebar-lebar," ujarnya.

Ia mengajak umat Islam menunaikan ibadah puasa bukan karena malu pada atasan, takut pada orang lain atau ada penyebab lain, tetapi diniatkan dalam hati untuk berpuasa karena allah SWT "Kalau setiap kita berpuasa karena Allah, saya yakin warung-warung kopi menjadi sepi, kecuali bagi mereka yang memang tidak diwajibkan berpuasa, termasuk juga non-muslim," terang Nizam.(ai)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini