LSM-PAN dan ICI Pertanyakan Anggaran Liputan DPRD Bengkalis

Redaksi Redaksi
LSM-PAN dan ICI Pertanyakan Anggaran Liputan DPRD Bengkalis
dri/riaueditor.com
Darwis, Ketua LSM ICI Bengkalis.
BENGKALIS, riaueditor.com- Anggaran belanja Media dan Publikasi di lingkungan Sekretariat DPRD Bengkalis, dipertanyakan sejumlah LSM diantaranya LSM-PAN dan ICI Bengkalis.
    
"Tidak ada transparansi penggunaan anggaran belanja media dan publikasi di Sekretariat DPRD Bengkalis. Kita menduga dana-dana tersebut disunat oknum-oknum di lingkungan Sekretriat DPRD Bengkalis," tungkas Sholihin, aktifis LSM-PAN kepada wartawan, Sabtu (28/6).

"Menurut Sholihin,setiap tahun Pemkab bersama DPRD Bengkalis, telah menyetujui besaran dana untuk belanja Media dan Publikasi di lingkungan Sekretariat DPRD Bengkalis. Anehnya, para wartawan yang ada diKabupaten Bengkalis selalu merasa kesulitan untuk sekedar berlangganan koran/media di Sekretariat DPRD Bengkalis. Apa lagi, untuk mendapatkan anggaran Publikasi atas kegiatan DPRD bengkalis baik iklan ucapan atau Galeri Foto/advertorial, jelas lebih tidak mungkin mereka dapatkan," ungkap Sholihin.

Sholihin menambahkan, keinerja PPTK di Sekretariat DPRD Bengkalis tersebut perlu diaudi aparat berkompeten untuk menelusuri kemana saja aliran dana untuk media dan publikasi, katanya.
     
Hal yang sama diungkapkan  Ketua ICI Bengkalis, Darwis, dirinya meminta aparat penegak hukum untuk indikasi penyimpangan anggaran yang ada di Sekwan DPRD Bengkalis, tidak sebatas anggaran Media dan Publikasi juga Perjalanan Dinas pimpinan dan anggota DPRD Bengkalis yang diduga kuat banyak penyimpangan alias fiktif, katanya.

Ketika di konfirmasi PPTK yang membidangi media dan publikasi, Irwansah mengatakan kalau masalah anggaran tanya aja langsung sama Sekwan, katanya.

"Hal yang sama juga dikatakan Humas DPRD Kabupaten Edi bur, Anggaran Koran tanya aja sama Sekwannya," ungkapnya.

Ketika akan dikonfirmasikan ke Sekwan DPRD Bengkalis, Zufadli di kantornya, dikatakan oleh pegawai yang ada di ruangannya kalau pak Zulfadli jarang masuk kantor.

"Pak Sekwan jarang masuk pak, kalau pun ke kantor paling sebentar, setelah itu tak masuk-masuk lagi," kata salah seorang pegawai yang tak mau disebut identitasnya. (dri)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini