Dewan Hakim MTQ ke-XV Kabupaten Pelalawan Dibuat Kaget, Ada Qori Masih Aktifkan HP Saat Tampil

Redaksi Redaksi
Dewan Hakim MTQ ke-XV Kabupaten Pelalawan Dibuat Kaget, Ada Qori Masih Aktifkan HP Saat Tampil
zul/riaueditor.com
Dewan Hakim MTQ ke-XV Kabupaten Pelalawan saat Foto Bersama Bupati HM Harris.
PKL.KERINCI, riaueditor.com - Muingkin lupa untuk tidak mengaktifkan hp saat tampil di gelanggang MTQ, salah seorang Qori pada hari ini, Sabtu (2/9/2016) membuat kaget semua majelis Hakim baik Hakim Provinsi maupun hakim Nasional. Pasalnya ‎HP sang Qori berbunyi saat tampil dan terlihat dari monitor si peserta mematikan hpnya.

Terkait hal ini, H Muhammad Rais MPdI, Ketua salah seorang Majelis Hakim Bidang Qira`at Sab`ah‎ pun meminta agar Qori tidak mengaktifkan HP saat tampil.

‎"Moment MTQ bukan ajang untuk sekedar meramaikan acara pada kegiatan yang dilaksanakan sekali setahun baik tingkat kecamatan, Kabupaten mau pun di Provinsi, tetapi moment ini membawa nama baik pada daerah yang diwakili oleh tiap-tiap peserta kalau dia mengikuti MTQ tingkat Kabupaten berarti peserta mewakili Kecamatan," papar M Rais.

Dikatakannya, karena peserta mempunyai tanggung jawab yang besar untuk membawa nama baik dari kecamatan yang mengutusnya maka peserta tentunya perlu serius baik dalam latihan maupun ketika tampil.

‎"Khusus waktu tampil peserta jangan mengaktifkan handphone apa lagi mengangkatnya walau hanya sekedar mematikan. Itu sangat mengganggu konsentrasi para peserta yang sedang tampil," ucapnya.

kita ingin sekali memberi tahu official atau pelatih peserta yang bersangkutan, tetapi kita tidak tahu ntah peserta dari Kecamatan mana, lagi pula itu bukan tugas Dewan Hakim.

Namun yang jelas itu sangat menganggu konsentrasi yang bersangkutan dan bahkan bukan yang bersangkutan saja juga Hakim pun sempat kaget dibuatnya.

Selaku Mejelis Hakim juga pengurus LPTQ Kab Pelalawan saya meminta kepada seluruh official dan pelatih dari tiap-tiap Kecamatan agar mengingatkan pesertanya agar diwaktu tampil tidak mengaktifkan Hp.

Terus terang peserta yang tampil bisa saja bagus dan punya harapan besar untuk meraih juara tetapi kalau konsentrasinya terganggu tentu akan merugikan peserta itu sendiri, dan bukan dia sendiri saja yang rugi tetapi Kecamatan yang mengutusnya juga dirugikan, dan bahkan bisa saja nanti peserta yang bersangkutan potensi untuk sampai ke tingkat provinsi atau Nasional.

‎"Tentu yang rugi bukan dia sendiri tetapi banyak pihak, saya berharap kasus seperti ini tidak terulang lagi," ucapnya. (zul)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini