PAUZI, SE

Membangun Karakter Kepemimpinan Generasi Muda

Redaksi Redaksi
Membangun Karakter Kepemimpinan Generasi Muda
Ketua Karang Taruna Kabupaten Kepulauan Meranti, Pauzi, SE
PEMUDA adalah aset bangsa yang tidak tergantikan. Mereka adalah penerus bangsa dan indikasi keberlangsungan hidup selanjutnya. Generasi diharapkan dapat menjadi tumpuan dalam mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan rakyat dan bangsa. Demikian dikatakan Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti, Pauzi, SE.

Membangun karakter kepemimpinan generasi muda harus dimulai sejak dini, dari tingkatan desa, kecamatan, kabupaten dan provinsi hingga pusat. Apabila proses kaderisasi berjalan secara berjenjang dan bertahap, maka organisasi tersebut akan mampu melahirkan calon pemimpin siap pakai guna menghindari pemimpin-pemimpin yang lahir tanpa proses atau instan, ujar anak jati Desa Mengkopot, Kecamatan Putri Puyu, kelahiran 17 Juli 1968 ini.

Berikut petikan wawancara dengan Ketua Karang Taruna Kabupaten Kepulauan Meranti, Pauzi, SE :

Bagaimana pendapat Bapak tentang peran generasi muda?

Generasi muda memiliki posisi yang penting dan strategis karena menjadi poros bagi punah atau tidaknya sebuah Negara. Kaum muda adalah penerus dan pewaris bangsa dan negara ini. Baik buruknya bangsa ini kedepan tergantung kepada bagaimana generasi mudanya. Generasi muda yang memiliki kepribadian yang kokoh, memiliki semangat nasionalisme dan karakter yang kuat untuk membangun bangsa dan negaranya.

Generasi muda yang memiliki dan menguasai pengetahuan dan tekhnologi untuk bersaing dengan bangsa lain dalam tataran global, akan tergantung kepada apakah generasi mudanya berfikir positif untuk berkreasi yang akan melahirkan karya-karya nyata dan monumental, akan membawa pengaruh dan perubahan yang besar pula bagi kemajuan bangsa dan negaranya.

“Tapi kenyataan yang ada saat ini, generasi muda kita terlalu larut dalam gaya hidup modern sehingga mereka mudah terjebak dalam pengaruh hal negative yang membuat mereka hilang karakter dan  jati diri sebagai anak bangsa,” ungkap suami dari Metrilita, SKm ini.

Apa yang menyebabkan generasi muda saat ini tidak memiliki idealisme?

Lunturnya idealisme dan karakter pemuda tersebut bisa saja karena mereka tidak dipersiapkan kompetensi sebagai bekal kaum muda dalam menghadapi persaingan global. Ketika mereka terbentur dengan masalah, disinilah mereka akan berusaha mencari jalan keluar pintas, meski hal tersebut bertentangan dengan norma-norma yang ada. Menurut saya ini menjadi salah satu penyebab generasi muda kita tidak memiliki idealisme dan karaktek yang kuat.

“Kita bisa saksikan kasus-kasus yang membelit anak-anak muda kita tak lepas dari narkoba, tawuran, miras, dan lainnya. Ini beberapa contoh pemuda yang kehilangan rasa membangun bangsa ini. padahal mereka adalah bibit-bibit unggul penerus bangsa. seharusnya mereka lebih diasah lagi. Namun, pergaulan yang salah telah menjebak mereka dalam kegiatan yang merugikan,” ujar ayah dari Ayuni Fatrisia (14 Tahun) dan Mohamad Fauzan Maulana (7 Tahun) ini.

Solusi apa yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut?

Perlu restorasi semangat perjuangan kaum muda, diperlukan untuk segera menciptakan kaum muda yang memiliki integritas moral yang tinggi, serta kepedulian terhadap kondisi masyarakat Meranti khususnya dan masyarakat Indonesia umumnya. Salah satunya adalah Karang taruna sebagai wadah organisasi kepemudaan bisa dijadikan sebagai organisasi kader yang akan melahirkan pemimpin-pemimpin bangsa yang berkualitas apabila organisasi tersebut terkelola secara profesional dan modern.

Apa Karang Taruna menjadi jawaban terbaik untuk menuntaskan masalah tersebut?

Saya rasa belum,  tapi karang taruna akan menjadi awal yang bijak untuk menanamkan kembali nilai-nilai luhur, nasionalis, rasa memiliki terhadap bangsa yang bisa kita lakukan untuk pemuda. Tapi jika ada yang bertanya apakah ini akan berdampak besar, saya jawab ya. Karang Taruna akan memberikan dampak besar dan berpengaruh. Karang Taruna adalah wadah organisasi kepemudaan sebagai sarana pengembangan kreativitas pemuda, terstruktur dari pusat hingga daerah, bahkan sampai tingkat pelosok desa.

“Melalui Karang Taruna ini kita bisa membangun karakter kepemimpinan kaum muda,” ungkap Ketua PBVSI Kabupaten Kepulauan Meranti ini.

Bisakah dijelaskan bagaimana Karang Taruna membangun karakter kepemimpinan kaum muda?

Zaman ini gerakan karang taruna sudah mulai hilang, sehingga para pemuda mulai kehilangan rasa tanggung jawab mereka sebagai penerus bangsa. Maka, jangan heran jika banyak pemuda sekarang yang melakukan aksi anarkis dipengaruhi miras, narkoba sehingga kehilangan rasa tanggung jawab akan negeri.

Karang Taruna merupakan wadah pembinaan dan pengembangan serta pemberdayaan dalam upaya mengembangkan kegiatan ekonomis produktif dengan pendayagunaan semua potensi yang tersedia dilingkungan baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam yang telah ada.

Fungsi karang taruna pertama, mencegah timbulnya masalah kesenjangan sosial, khususnya generasi muda; kedua, menyelenggarakan kesejahteraan sosial meliputi rehabilitasi, perlindungan sosial, jaminan sosial, pemberdayaan sosial dan diklat setiap anggota masyarakat terutama generasi muda; ketiga, meningkatkan Usaha Ekonomi Produktif; keempat, menumbuhkan, memperkuat dan memelihara kesadaran dan tanggung jawab sosial setiap anggota masyarakat terutama generasi muda untuk berperan secara aktif dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial; kelima, menumbuhkan, memperkuat, dan memelihara kearifan lokal; dan keenam, memelihara dan memperkuat semangat kebangsaan, Bhineka Tunggal Ika dan tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tujuan dan fungsi karang taruna yang terjabarkan dalam anggaran dasarnya merupakan gambaran ideal yang ingin diwujudkan oleh karang taruna sebagai organisasi kaum muda untuk berkader sebagai pemimpin umat dan bangsa, tutup Pauzi, putra dari pasangan HM Yusa (Alm.) dan Hj. Halimah.(anje/rud)



Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini