KPU Kuansing Taja Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu 2024

Redaksi Redaksi
KPU Kuansing Taja Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu 2024
Simulasi pemungutan dan penghitungan suara yang digelar KPU Kuansing.(Foto: RA)

KUANSING - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) menaja Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara serta penggunaan Sirekap (Sistem Informasi Rekapitulasi) di TPS 8 Kelurahan Sungai Jering Kota Teluk Kuantan Rabu (27/12/2023).

Kegiatan simulasi dihadiri ketua KPU Kuansing, Irwan Yuhendi, Kapolres Kuansing AKBP Pengucap Priyo Soegito, SIK, MH, Dandim Kuansing melalui perwakikan Legimin, Sekdakab Kuansing Dedy Sambudi, Kepala Kesbangpol, Kepala Satpol- PP, Kadis Kominfo, Lurah, PPK se Kabupaten Kuansing serta anggota PPS.

Ketua KPU Kuansing Irwan Yuhendi mengtakan, tahapan pemilu sudah berlangsung, saat inisudah masuk masa kampanye. Untuk mencapai kesuksesan pemilu ini , perlu ada kesiapan KPU dan jajaran. Maka pada hari ini perlu mengadakan simulasi.

"Tujuan simulasi ini untuk melihat gambaran pelaksanaan pemilu yang sebenarnya dan memprediksi durasi waktu pemilihan dan penghitungan suara. Simulasi ini juga dalam rangka meminimalisir kesalahan yang bisa saja terjadi saat hari tanggal 14 Pebruari 2024 mendatang," papar Irwan Yuhendi.

Nantinya, hasil evaluasi simulasi akan disampaikan kepada setiap Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan diteruskan kepada seluruh Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Adapun alasan pemilihan tempat simulasi di TPS 8 Kelurahan Sungai Jering, menurut Irwan Yuhendi karena pihak KPU menilai TPS 8 merupakan TPS ril di kelurahan tersebut yang dinilai sudah sangat siap menyambut Pemilu 2024.

Dijelaskannya, pada pemilihan nanti pemilih akan mendapatkan lima surat suara Abu-abu untuk Presiden, Merah DPD RI, Kuning DPR RI, Biru DPRD Provinsi Hijau DPRD Kabupaten/kota.

Dalam kesempatan sama Sekda Kuansing Dedi Sambudi menjelaskan, simulasi ini bagian dari uapaya penyelenggara untuk menjadikan pemilu nanti sukses dalam pelaksaan, maka selaku pemerintah daerah mendukung penyelenggaraan simulasi pemilu serta mengapresiasi upaya KPU dalam menyelenggarakan acara ini. Menurutnya acara ini bisa membuat KPU dan pihak lain yang terlibat dalam pemilu siap saat hari H nanti.

Atas nama pemerintah daerh mengimbau warga untuk benar-benar meluangkan waktunya pada saat hari H dan menghindari adanya money politics.

“Kegiatan ini juga mengedukasi masyarakat agar mengerti prosedur yang harus dilakukan pada 14 Pebruari 2024 mendatang,” tutupnya.

Kapolres Kuansing AKBP. Pengucap Priyo Soegito, SIK, MH saat di wawancara awak media mengajak semua pihak untuk berkomitmen dan tetap semangat dalam menjaga keamanan dan kelancaran tahapan Pemilu di wilayah Kabupaten Kuansing dan kerawanan di berbagai wilayah.

Kapolres menambahkan, tahun 2024 adalah momen politik yang sangat penting karena bangsa Indonesia menyelenggarakan pesta demokrasi terbesar dan dilakukan secara serentak dalam tahun yang sama.

Pemilu kali ini memiliki kompleksitas tersendiri karena dilaksanakan secara serentak dengan rentang waktu yang berdekatan, wilayah yang luas, geografis yang beragam, serta melibatkan jumlah pemilih yang besar.

Polisi dalam pendekatan untuk memetakan potensi kerawanan ini berbeda dengan KPU atau Bawaslu karena fokus Polri lebih kepada potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Kami sangat berharap kepada masyarakat bila ada potensi gangguan keamanan dalam pelaksanaan pemilu nanti agar melakukan komunikasi dengan aparat," tutupnya.(RA)

Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini