Anies Sebut Ada Menko Ingin Ubah Konstitusi, PKS: Waspada Gerakan Ganggu Pemilu

Redaksi Redaksi
Anies Sebut Ada Menko Ingin Ubah Konstitusi, PKS: Waspada Gerakan Ganggu Pemilu
Bakal calon presiden (capres) yang didukung oleh tiga partai politik yaitu NasDem, PKS, dan Demokrat di Pilpres 2024, Anies Baswedan dalam acara silaturahmi dan dialog kebangsaan lintas tokoh KAHMI untuk Indonesia Maju. (Foto tangkapan layar siaran YouTub

JAKARTA - Bakal calon presiden (capres) Anies Baswedan menyatakan bahwa ada Menteri Koordinator (menko) yang ingin mengubah konstitusi Indonesia. Namun Anies tidak membeberkan nama Menko yang ia maksud.

Menanggapi hal itu, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menilai pernyataan Anies itu perlu didukung. Sebab, kata Mardani, apabila benar ada menko yang ingin mengubah konstitusi dan menunda pemilu, maka hal itu harus dihentikan dan dibongkar siapa pelakunya.

“Ini perlu dibongkar. Pelaksanaan pemilu yg berkualitas memerlukan stabilitas politik,” kata Mardani saat dikonfirmasi, Jumat (17/3/2023).

Mardani menyebut peringatan Anies itu agar semua pihak waspada akan upaya oknum untuk mengubah konstitusi dan menggangu pelaksanaan Pemilu 2024.

“Kita perlu waspada pada gerakan-gerakan yang mengganggu pelaksanaan pemilu tepat waktu dan berkualitas,” ungkapnya.

Menurut Mardani, pernyataan Anies tidak membuat gaduh namun wajib disampaikan agar semua waspada.

“Ada yg wajib disampaikan, yang disampaikan mas Anies justru wajib dibuka,” pungkasnya.

Sebelumnya, Anies mengatakan ada Menteri Koordinator (menko) yang ingin mengubah konstitusi Indonesia. Dia menyebut, pernyataan itu disampaikan secara terang-terangan.

Hal ini disampaikan Anies dalam acara 'Silaturahmi dan Dialog Kebangsaan Tokoh KAHMI' yang digelar KAHMI Jaya di Ancol, Jakarta, Kamis (16/3) malam.

"Kok, ada orang yang berada dalam posisi kunci, Menko, mengatakan mengubah konstitusi dengan jumlah orang berapa banyak yang mau mendukung," kata Anies.

(sumber: Liputan6.com)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini