Waduh, Kivlan Zen Tuding Tiga Partai Pendukung Jokowi Bekerja Sama dengan Komunis China

Redaksi Redaksi
Waduh, Kivlan Zen Tuding Tiga Partai Pendukung Jokowi Bekerja Sama dengan Komunis China
(Doc. Net)
Kivlan Zen

JAKARTA - Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis (Kostrad) TNI Angkatan Darat (AD), Kivlan Zein menuding ada tiga partai politik yang tergabung dalam koalisi pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin sedang melakukan kerja sama kaderisasi paham komunisme dengan Partai Komunis China. Tiga partai itu adalah PDI Perjuangan, NasDem, dan Golkar.

"PDIP tanda tangan bersama untuk pengaderan, sekarang NasDem juga ikut dengan Partai Komunis China untuk melakukan pengaderan," kata Kivlan dalam diskusi 'Membedah Agenda Politik Komunisme dan Khilafah di Pilpres 2019' di Jakarta, Sabtu, (13/10/2018).

Menurut Kivlan, kerja sama antara Golkar dengan Partai Komunis China terjadi pasca Setya Novanto tidak lagi menjabat sebagai Ketua Umum, lalu digantikan oleh Airlangga Hartanto.

"Golkar juga ikut setelah yang (Setya Novanto) masuk penjara ini. Sama-sama tanda tangan pengaderan dari China. Masa negara Pancasila kerja sama dengan negara komunis?" lanjut Kivlan.

Jokowi Dapat Dukungan PKI

Selain itu, Kivlan juga menuding Presiden Joko Widodo di Pilpres 2019 mendatang juga mendapatkan dukungan dari Partai Komunis Indonesia (PKI). Kendati demikian, Kivlan tidak menyebutkan secara kongkrit seperti dukungan yang ia maksud. Namun Kivlan menegaskan jika dalam masa kampanye pada lima tahun silam, PKI juga pernah menyambangi Jokowi.

Kala itu golongan yang ia sebut PKI disebut menyiapkan dukungan lima belas juta suara untuk Jokowi. Kivlan berujar dukungan itu diberikan dengan syarat Jokowi mewakili negara untuk meminta maaf kepada PKI.

"Saya baca konsep pidato RAPBN 2015, setelah dilantik 20 oktober 2014, mau dimasukkan, kita dapat konsepnya (draf pidato), permohonan maaf negara dan memberikan kompensasi (kepada PKI)," klaim Kivlan.

Kivlan menyebut sejatinya permintaan maaf ada di bagian akhir pidato. Namun bagian itu sengaja tidak dibacakan oleh Presiden Jokowi waktu itu.

"Untung Jokowi tidak mau, kalau mau, habis," imbuhnya.

Tempuh Jalur Hukum

Sementara itu, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Guntur Romli akan melakukan upaya hukum bagi siapapun yang berusaha untuk menyebarkan berita bohong soal PKI yang dikaitkan dengan Presiden Jokowi.

"Tentu saja langkah hukum, siapa saja yang memfitnah, memberikan hoaks, mengaitkan Pak Jokowi dengan PKI, maka dia harus berhadapan dengan hukum," ucap Guntur.

(jarrak.id)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini