Tarsandung "Video Zalianty", Elektabilitas Ical Disalip Priyo

Redaksi Redaksi
Tarsandung
okezone
Ketum Golkar Aburizal Bakrie
JAKARTA - Elektabilitas Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie (Ical) terus mengalami penurunan menyusul beredanya video pelesiran dengan kakak beradik, Marcella dan Olivia Zalianty ke Maladewa.
 
Dalam survei terbaru Pusat Kajian Pancasila, Hukum, dan Demokrasi Universitas Negeri Semarang (PUSKAPHDEM- UNNES), tergambar perubahan besar terkait persepsi publik tentang elektabilitas elite Partai Golkar.
 
"Jarak angka elektabilitas di antara elit Beringin itu pun sangat tipis yakni satu hingga dua persen. Priyo Budi Santoso 18.44 persen, M Jusuf Kalla 17.33 persen, Aburizal Bakrie (Ical) 16.42 persen, Akbar Tandjung 11.74 persen, Agung Laksono 3.94 persen, Ade Komarudin 1.1 persen, dan undecided voters 31persen," jelas Direktur Eksekutif PUSKAPHDEM- UNNES, Arif Hidayat, Senin (31/3/2014).
 
Tingginya elektabilitas Wakil Ketua DPR itu, kata Arif, dilatarbelakangi akrobat politik yang dilakukannya akhir-akhir ini. Seperti menemui Wali Kota Surabaya Tri Rismaharani di DPR pada 21 Februari dilanjutkan dengan pertemuan dengan Dino Patti Djalal pada 3 Maret. Dua manuver itu bahkan mendapatkan porsi besar dan menjadi berita utama di sejumlah media massa.
 
Kata Arif, jebloknya elektabilitas Ical disebabkan beragam faktor. Seperti belum maksimalnya serangan udara (iklan) dan serangan darat (bertemu konstituen), Lapindo dan kasus video serta foto bersama Zalianty bersaudara.
 
Beredarnya video dan foto ARB bersama Zalianty bersaudara berdampak negatif pada peluang Ketua Umum Partai Golkar itu di Pilpres 2014. Situasi ini makin diperkeruh dengan keputusan pemerintah kepada Lapindo untuk segera menyelesaikan masalahnya di Sidoarjo.
 
"Jadi belum selesai masalah video itu dibahas sudah muncul lagi keputusan pemerintah tentang Lapindo. Dalam kedua kasus itu memori publik seperti dibangkitkan lagi tentang kasus yang menimpa warga Sidoarjo. Dan bagi masyarakat Indonesia, video pelesiran sangat multitafsir. Contoh kasus pernikahan kedua ulama kondang Bandung saja, masyarakat bereaksi negatif. Apalagi, di video tersebut adalah politisi, dan citra politisi yang tengah terpuruk gara-gara korupsi harta dan wanita," tegasnya.
 
Menurut Arif, yang ketiban pulung atau menikmati kasus yang melilit Ical adalah Priyo Budi Santoso, M Jusuf Kalla, dan Akbar Tandjung. Maka tidak heran apabila, angka elektabilitas ketiga elit Partai Golkar itu dapat menyaingi ARB.
 
Untuk itu, dia menyarankan pada Rapimnas yang akan digelar bulan Mei atau setelah Pileg 2014, Partai Golkar sebaiknya melakukan evaluasi terhadap pencapresan Ical. Hal ini dilakukan untuk menyelamatkan marwah Partai Gokar sendiri. Di mana, pada Pilpres 2009, Partai Golkar gagal menaruh kadernya duduk di kursi capres atau cawapres.
 
Survei dilaksanakan 19 Februari sampai dengan 28 Maret 2014 di 34 provinsi. Jenis penelitian adalah survey panel. Jumlah responden 1090, tingkat kepercayaan sebesar 95 persen dan margin of error ± 2.98 persen. Responden adalah orang yang sudah memiliki hak pilih pada Pemilu 2014 dan bukan TNI/Polri aktif. Pengambilan data melalui teknik wawancara dengan bantuan kuisioner.

(ded/okezone)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini