Sejumlah Caleg Sebut Panwaslu Pelalawan "Macan Ompong"

Redaksi Redaksi
Sejumlah Caleg Sebut Panwaslu Pelalawan
ilustrasi.net
PELALAWAN, riaueditor.com- Mendekati hari pencoblosan Pemilu Legislatif 9 April 2014 mendatang, sejumlah Caleg dibuat galau. Pasalnya banyak kompetitor mereka yang jelas-jelas melakukan praktek money politik dan membagi-bagikan sembako tidak direspon dan ditindaklanjuti oleh Panwaslu Pelalawan.

Sejumlah Caleg berkali-kali menghubungi riaueditor tiga hari belakangan ini. Semuanya menanyakan pelanggaran-pelanggaran Pemilu yang telah masuk ke Panwaslu Pelalawan. Atas kondisi ini mereka meminta agar media massa memberitakan kinerja Panwaslu yang dinilai tidak becus alias seperti macan ompong. Sayangnya, semua Caleg yang menyampaikan keluhan tidak bersedia disebutkan data dirinya sebagai narasumber.

Seperti yang dikatakan salah seorang Caleg dari Dapil 1 yakni Kecamatan, Pangkalan Kerinci, Bandar Seikijang dan Langgam kepada riaueditor.com Ahad (6/6/2014). Dikatakannya bahwa beberapa hari lalu Panwas Kecamatan Langgam sudah mendapat rekaman video adanya praktek money politik di Kecamatan Langgam oleh salah seorang Caleg. Namun hingga kini tidak ditindaklanjuti. "Bukti sudah ada ditangan Panwas mengapa didiamkan sampai sekarang. Saya terus terang jadi ragu dengan kinerja Panwaslu Pelalawan, sepertinya takut atau sudah kena sumpal pulak, jadinya kayak macan ompong," ujarnya dengan nada emosi.

Sementarav Caleg lainnya, masih dari Dapil 1, mengatakan banyak kegiatan kampanye berbentuk dialogis yang melakukan money politik. Ini secara terang-terangan terjadi. Namun Panwaslu membiarkan dan duduk manis menunggu laporan masuk.

"Kalau menunggu laporan tidak akan pernah ada pelanggaran Pemilu yang akan ditindaklanjuti. Pemilu aman bukan berarti tidak ada pelanggaran. Kalau begini caranya bukan mendidik masyarakat berpolitik yang baik tapi politik kotor dengan cara bagi-bagi uang, sembako dan lain sebagainya," paparnya.

Terkait hal ini, Ketua Panwaslu Kabupaten Pelalawan Ir Pandapotan Marpaung menyatakan bahwa memang pihaknya sampai hari ini tidak mendapat laporan pelanggaran Pemilu seperti money poitik. "Yang ada cuma pelanggaran administrasi saja. Kalau soal yang di Langgam setau saya kejadiannya sebelum Kampanye Rapat Umum digelar. Kita bubarkan karena belum masuk waktu kampanye. Jadi tidak benar soal adanya video Caleg Langgam yang diterima Panwas Kecamatan. Itu salah besar. Kalau para Caleg tau akan kejadian pelanggaran terhadap Caleg lain lapor ke kita, jangan diam," tegasnya.(JUL)

Tag:

Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini