SBY Mengaku Kantongi Dalang Perusakan Bendera Partai Demokrat

Redaksi Redaksi
SBY Mengaku Kantongi Dalang Perusakan Bendera Partai Demokrat
(Doc. Net)
Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono

PEKANBARU - Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku sudah mengantongi dalang perusakan atribut Partai Demokrat di Pekanbaru, Riau pada Jumat, (14/12/2018).

SBY juga mengantongi bukti-bukti terkait insiden perusakan tersebut, termasuk siapa yang mengarsiteki perusakan bendera dan baliho Partai Demokrat.

"Saya dapatkan evidence atau bukti baru bukti yang lain, yang alhamdulillah makin terang makin jelas, pihak mana, siapa-siapa yang mengarsiteki dan mengarahkan dilakukannya tindakan yang sangat tidak terpuji ini," kata SBY dalam video yang dikirim Humas Partai Demokrat, Sabtu, (15/12/2018).

SBY mengatakan akan melanjutkan peristiwa pada ranah hukum. SBY beralasan, keadilan mesti ditegakkan.

"Bagi saya, kebenaran dan keadilan harus terang di bumi Riau yang sama-sama kita cintai," ujarnya.

SBY juga menegaskan, saat ini yang sedang berkompetisi di Pilpres 2019 adalah Prabowo dan Joko Widodo.

"Begini teman-teman, saya ini bukan capres, saya tidak berkompetisi dengan pak Jokowi. Di sini antara Pak Prabowo dan Pak Jokowi, it's not my war, it's not my competition. Bukan. Tapi mengapa justru saya dan Demokrat yang diserang dan dihancurkan seperti itu," kata SBY.

SBY lalu memberi contoh soal Perang Dunia Kedua bahwa Amerika Serikat (AS) sebenarnya tidak ingin berperang. Tapi, karena diserang dan diusik, AS akhirnya ikut berperang.

"Sekali lagi, ini bukan perang saya, kenapa saya dibeginikan? Saya jadi teringat dulu, Perang Dunia Kedua sebetulnya AS tidak mau ikut berperang, yang ada pihak-pihak Asia dan maupun Eropa, tidak melibatkan AS. Tiba-tiba diserang habis ya bangunlah AS, karena diserang dan diusik. Dan akhirnya segalanya menjadi sejarah, seperti apa akhir dari Perang Dunia Kedua ini," kata SBY.

Meski begitu, SBY mengaku belum mengambil keputusan. Dia akan merenung terlebih dahulu.

"Saya sedang merenung bertafakur, memohon petunjuk Allah, apakah saya harus melibatkan diri dalam 'peperangan' yang frontal ini, padahal ini bukan perang saya, Pak Jokowi dengan Pak Prabowo," kata SBY.

(jarrak.id)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini