Polres Inhu Gelar Simulasi Pengamanan Pemilu 2014

Redaksi Redaksi
Polres Inhu Gelar Simulasi Pengamanan Pemilu 2014
ist.net
RENGAT, riaueditor.com- Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) diamuk ratusan massa pendukung salah satu Partai Politik (Parpol). Bahkan sejumlah perakatan kantor KPU mulai diobrak-abrik. Pasalnya, salah seorang saksi tidak terima hasil penghitungan suara ditingkat KPU kabupaten.

Untung saja, puluhan anggota Dalmas Polres Inhu dengan sigap dapat mengamankan situasi di kantor KPU tersebut. Begitulah salah satu adegan dari simulasi pengamanan Pemilu 2014 yang di gelar di halaman Mapolres Inhu, Kamis (13/3).

Kapolres Inhu AKBP Aris Prasetyo Indaryanto Sik Msi melalui Kabag Ops Kompol Rudi A Samosir mengatakan rangkaian adegan simulasi yang diperagakan itu terdapat sejumlah peluang kerusuhan. "Bahkan skenario simulasi ini, saya sendiri yang merancangnya," ujar Kabag Ops Polres Inhu Kompol Rudi A Samosir disela-sela pelaksanaan simulasi pengamanan Pemilu 2014, Kamis (13/3).

Dijelaskannya, dalam simulasi pengamanan Pemilu 2014 ada empat rangkaian tahapan Pemilu berpotensi rusuh. Diantara empat tahapan yang berpotensi rusuh itu yakni, saat kampanye, pendistribusian logistik, pencobolosan dan saat penghitungan suara.

Potensi rusuh pada tahapan kampanye, apabila salah satu Parpol melalui Jurkamnya menyinggung kebijakan Parpol lainnya. Ketika terjadi rusuh saat kampanye, sejumlah personil Polres yang ada di lokasi kampanye harus dapat memisahkan antara dua kubu yang akan bertikai.

Begitu juga saat pendistribusian  logistik Pemilu ke tingkat kecamatan dan berpotensi dihalang-halangi oleh orang-orang yang tidak menginginkan adanya Pemilu. "Saat pendistribusian logistik ke tingkat kecamatan, akan dikawal oleh dua orang personil Polisi. Namun untuk koordinasi pengamanan tetap dilakukan dengan Kapolsek setempat untuk menghindari terjadinya gangguan keamanannya," ungkapnya.

Sementara pada saat pencoblosan bisa saja terjadi gangguan keamanan apabila ada diantara warga tidak dapat mencoblos. Sedangkan saat penghitungan suara, potensi gangguan keamanan itu ketika terjadi perbedaan suara antara hitungan penyelenggaran Pemilu dengan saksi Parpol.

"Massa atau orang per orang akan diamankan apabila melakukan tindakan kriminal. Tapi kalau hanya sekedar ribut, hanya akan diminta pulang dari tempat kejadian," terangnya.(ali)

Tag:

Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini